Azzam Nur Mujizat, Santri Tunanetra Pelantun Salawat Asyghil di 1 Abad NU
fajar adhityaRabu, 08 Februari 2023 - 04:01 WIB
Azzam Nur Mujizat (dua dari kiri) bersama tiga pelantun Salawat Asyghil di Resepsi 1 Abad NU, Selasa (7/2/2023). Foto: Instagram.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Azzam Nur Mu’jizat santri Pondok Pesantren Bani Anwar/SLB PKK Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur menjadi salah satu penampil dalam Orkestra 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Azam dengan suara emasnya membawakan Salawat Asyghil.
Resepsi Puncak 1 Abad NU berlansgung Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (7/2/2023). Sebanyak 14 ribu Banser memenuhi lapangan GOR Sidoarjo mengiringi orkestra yang dipandu komposer nasional Addie MS.
Apa yang membuat berbeda dari sosok Azzam selain suaranya yang jernih adalah kondisi matanya yang tunanetra sejak lahir. Santri berusia 11 tahun itu lahir tanpa disertai kelopak mata atau complete cryptophthalmos.
Memiliki kondisi penglihatan netra justru tidak mengurangi kualitas performanya. Azzam tampil disaksikan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan para tamu undangan mengenakan gamis putih dengan Kuffiyah, penutup kepala khas Arab Saudi.
Suara merdu pengagum Habib Luthfi bin Yahya saat melantunkan Salawat Asyghil ini membuat suasana sangat syahdu. Sang Bunda, Sholihati pun tak menyangka putranya dianugerahi kesempatan untuk tampil di hadapan lautan Nahdliyin.
“Alhamdulillah saya juga nggak menyangka bisa lolos audisi dan maju langsung nanti di depan Pak Jokowi,” kata Sholihati, dilansir dari laman NU Online.
Mulanya, Sholihati mendapatkan kabar audisi vokalis shalawat asyghil dari kerabat yang aktif di Barisan Ansor Serba Guna (Banser).
Meski sempat pesimis lantaran smartphone yang dimiliki berkendala untuk urusan perekaman video, dirinya tetap menawarkan sang buah hati untuk mengikuti audisi vokalis pelantun shalawat tersebut.
“Pulang dari langgar (mushala) jam setengah 10 malam, akhirnya dia mau take video. Ya sudah tenang, nggak pakai latihan. Dia bilangnya gini, ‘Ibu, ikut audisi bukan soal menang atau kalah, tapi diniatkan minta ridha sama Allah dan supaya dikasih syafaat baginda Rasulullah’,” imbuh dia.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”