LANGIT7.ID, Jakarta - Nazma Khan, Muslimah asal New York, Amerika Serikat merupakan pencetus
World Hijab Day (Hari Hijab Sedunia/WHD) yang diperingati setiap 1 Februari. WHD bertujuan mempromosikan toleransi dan pemahaman agama dengan cara mengajak wanita mengenakan hijab selama satu hari.
Mengutip laman resmi
World Hijab Day, Nazma merupakan imigran asal Bangladesh. Dia pindah ke New York pada 1994. Saat berusia 11 tahun, dia menjadi satu-satunya wanita yang mengenakan hijab, dan seringkali diteriaki ‘Batman’ atau ‘Ninja’ di sekolah.
Ujian tak sampai di situ, saat masuk ke perguruan tinggi, dia kerap dirundung dengan tudingan teroris karena dampak peristiwa 11 September 2001. Kejadian demi kejadian itu membuat Nazma memikirkan cara mengampanyekan hijab ke seluruh dunia.
Baca Juga: Banyak Jalan Menuju Surga Jangan Jadi Alasan Tak Berhijab“Itu mengerikan. Saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika kami meminta saudara perempuan kami untuk mengenakan hijab juga,” tulis Nazma di laman resmi WHD.
WHD diharapkan bisa menumbuhkan toleransi dan pemahaman agama. Hal itu dapat menjelaskan alasan Muslimah wajib mengenakan hijab. Gerakan itu menginspirasi beragam inisiatif terkait hijab di berbagai negara.
Pada 2021, Nazma mendirikan Bulan Sejarah Muslim Internasional untuk menghentikan Islamofobia secara global. Hal itu dilakukan dengan menghormati dan merayakan kontribusi muslim-muslimah kepada dunia sepanjang sejarah.
Baca Juga: 5 Gaya Hijab Anggun untuk Cewek Mamba ala SartiwSenat Negara New York lalu mengadopsi Mei 2021 sebagai Bulan Sejarah Muslim untuk Negara Bagian New York dalam resolusi Senat No.J718. Pada 1 Februari 2022, Meta sebagai perusahaan induk Facebook dan Instagram kemudian merayakan WHD ke-10.
Pada tahun yang sama, Nazma terpilih menjadi pembicara tamu pada KTT Wanita dan Keadilan Internasional ke-5 di Turki. Dia berbicara tentang diskriminasi Muslimah berhijab di ruang publik.
Dari berbagai unggahan di akun Instagram, wanita 40 tahun itu masih tinggal di New York. Nazma kini menjalani kegiatan sebagai motivator dan aktivis sosial, terutama mengenai masalah hijab. Namanya sebagai penggagas WHD membuatnya sering diundang menjadi pembicara di berbagai acara.
(jqf)