LANGIT7.ID - , Jakarta - Belakangan menikah di
Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi tren di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Berbagai momen pernikahan di KUA pun diunggah para pengantin muda di media sosial.
Alih-alih dicibir, tren tersebut mendapat sambutan positif warganet. Melalui gelaran
akad nikah di KUA dengan tarif nol rupiah pada hari dan jam kerja, generasi
milenial dan Gen Z berpendapat biaya menggelar pesta pernikahan yang terbilang besar bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.
Baca juga: Tren Nikah Gratis di KUA, Berkah Buat Umat IslamMenanggapi tren nikah di KUA, Menteri Agama
Yaqut Cholil Qoumas menyebutnya sebagai bukti keberhasilan KUA dalam memberi layanan publik yang diminati anak-anak muda.
"Anak-anak muda banyak menikah di KUA. Itu (perkembangan yang) sangat luar biasa. Tren yang tengah berkembang dengan banyaknya postingan menikah di KUA menunjukkan bahwa layanan KUA sudah berubah," kata Menteri Yaqut dalam Rakernas Ditjen Bimas Islam yang digelar di Ancol, Jakarta, Selasa (14/2/2023).
Dia berharap, tren nikah di KUA juga menjadi pemantik bagi program layanan lainnya agar terus mendapat perhatian generasi muda.
"Tantangan kita, program yang ditawarkan harus mampu menarik anak-anak muda yang jumlahnya banyak. KUA sudah mulai berbenah dengan viralnya nikah di KUA. Yang lain juga harus, misalnya, program pemberdayaan masjid atau kampung zakat," jelasnya, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (15/2/2023).
Baca juga: Begini Cara Daftar dan Syarat Nikah Gratis di KUA Gus Menteri mengingatkan bahwa populasi anak muda Indonesia saat ini mencapai 53 persen, sehingga ia berharap Kemenag mampu menjangkau mereka.
"Saya mengingatkan, bahwa kita semua harus mampu merespon kondisi aktual anak muda yang membutuhkan perlakuan khusus. Struktur program dan strategi harus disusun sehingga bisa menjangkau 53 persen populasi tersebut," pesannya.
(est)