Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Kenali 5 Penyakit ISPA pada Anak dan Cara Mencegahnya

mahmuda attar hussein Kamis, 23 Februari 2023 - 21:35 WIB
Kenali 5 Penyakit ISPA pada Anak dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Infeksi saluran pernapasan atau ISPA pada anak bisa berpotensi menjadi masalah kesehatan yang serius. Untuk itu, orang tua mesti mewaspadai gejalanya pada sang buah hati.

Beberapa di antara infeksi saluran pernapasan pada anak kian melonjak di cuaca yang tak menentu. Terutama ketika intensitas hujan deras melanda dan menyebabkan suhu udara lebih dingin.

Suhu dingin dan hujan menjadi salah satu faktor penyebab anak-anak bisa terinfeksi pada saluran pernapasannya. Di mana dalam kondisi tersebut, kelembaban akan membuat kuman menyebar dan berkembang biak lebih cepat.

Baca Juga: Metode Pengobatan Sunnah: Bekam dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Meskipun infeksi seringkali tidak berbahaya bagi orang yang lebih tua, tapi infeksi ini dapat menimbulkan konsekuensi berbahaya bagi bayi atau anak dengan kondisi medis yang menyertainya.

Berikut ini gejala umum dan tips pencegahan infeksi pernapasan pada anak, dilansir dari GoHealth Urgent Care, Kamis (23/2/2023):

1. Respiratory Syncytial Virus (RSV)

Hampir semua anak terkena RSV setidaknya satu kali sebelum mereka berusia 2 tahun. RSV adalah virus pernapasan musiman yang sangat menular dan paling sering menyerang anak-anak.

Bagi kebanyakan anak yang sehat, RSV akan tampak seperti flu. Namun, beberapa anak bisa sangat sakit karena RSV, terutama bagi mereka yang masih sangat muda atau memiliki kondisi komorbid.

Adapun gejala umum RSV pada anak-anak meliputi: pilek; batuk; demam; jeda singkat dalam bernapas; iritabilitas; nafsu makan berkurang; kesulitan bernapas; dan mengi (suara siulan/bengek).

Gejala tersebut umumnya berlangsung rata-rata 5-7 hari, sedangkan gejala paling buruk akan tampak pada hari ke 3-5. RSV bersama dengan virus lain, dapat menyebabkan penyakit pernapasan umum lainnya yang disebut bronkiolitis.

Cari perawatan medis segera jika anak mengalami tanda-tanda peningkatan kerja pernapasan. Di antaranya seperti: terdengar mengi atau mendengus; kelesuan; lubang hidung melebar; pernapasan cepat; retraksi otot dada yang terlihat saat bernapas.

Pencegahan

Saat ini tidak ada vaksin untuk RSV atau bronkiolitis. Pencegahan terbaik adalah dengan mengajarkan anak-anak kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.

Di antaranya seperti mencuci tangan, menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin, menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang tidak dicuci, dan menjaga jarak dari orang lain yang sakit.

2. Pilek

Pilek disebabkan oleh banyak virus yang berbeda dan dapat menyerang orang dewasa maupun anak-anak. Sayangnya, tidak ada obat untuk flu.

Antibiotik tidak digunakan untuk mengobati flu, tapi penggunaannya lebih digunakan untuk infeksi bakteri, bukan infeksi virus. Mayoritas anak akan mengalami 6-8 pilek setahun dan kasus ini bisa lebih sering terjadi jika anak sering berada di tempat penitipan anak.

Pilek biasanya akan hilang dengan sendirinya dan tubuh akan melawan infeksi. Namun, jika seorang anak mengalami gejala yang memburuk atau parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak mereka.

Gejala flu biasa bisa mirip dengan penyakit lain, seperti: penyumbatan; batuk; sakit tenggorokan; pilek; demam; sakit kepala ringan; kelelahan; nyeri tubuh ringan; dan bersin.

Bayi baru lahir di bawah usia 12 minggu harus mendapat perhatian medis, terutama ketika mereka mengalami demam 38 derajat celsius. Termasuk ketika anak mengalami kesulitan bernapas, sakit telinga, jarang minum atau buang air kecil, sangat mengantuk atau rewel.

Pencegahan

Tidak ada vaksin untuk flu biasa. Pencegahan terbaik adalah mempraktikkan kebersihan kesehatan dan menghindari kontak dengan orang sakit.

Baca Juga: 4 Bahaya MSG bagi Kesehatan, Yuk Mulai Kurangi Bumbu Penyedap Makanan

3. Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus, yaitu ruang berisi udara pada tulang wajah sekitar hidung dan mata. Infeksi umum ini sering disebabkan oleh virus atau bakteri.

Gejala sinusitis bisa mirip dengan flu biasa. Namun, ada beberapa pola spesifik dan gejala tertentu yang dapat membantu mendiagnosis sinusitis.

Beberapa gejala tersebut antara lain: pilek berlangsung minimal 10 hari; timbulnya ingus kental berwarna kuning/hijau disertai demam selama minimal 3-4 hari; dan tekanan atau nyeri yang signifikan pada wajah di sekitar rongga sinus yang memburuk saat membungkuk ke depan.

Gejala potensial sinus lainnya meliputi: bau mulut; batuk; demam; sensasi mengalir di bagian belakang tenggorokan; dan sakit kepala.

Pencegahan

Tidak ada vaksin sinusitis khusus, tetapi beberapa bakteri yang menyebabkan sinusitis dapat dicegah dengan imunisasi pediatrik.

Selain menjaga kebersihan, hindari paparan asap rokok. Obat kumur hidung juga dapat digunakan untuk anak-anak yang berusia minimal 2 tahun.

4. Bronkitis

Bronkitis terjadi ketika ada peradangan pada bronkus, yang merupakan saluran udara yang lebih besar yang menghubungkan trakea (batang tenggorokan) ke paru-paru. Penyebab umum bronkitis pada anak-anak disebabkan oleh virus.

Antibiotik biasanya tidak diperlukan untuk pengobatan. Gejala bronkitis biasanya berlangsung 1-2 minggu dan dapat bertahan selama 3-4 minggu.

Gejala bronkitis meliputi: batuk kering atau mengandung lendir; rinore; sesak napas; mengi; tersedak atau muntah saat batuk; sesak dada; demam.

Pencegahan

Tidak ada vaksin bronkitis. Pencegahan terbaik adalah mempraktikkan kebersihan kesehatan dan menghindari kontak dengan orang sakit.

5. Pneumonia

Radang paru-paru atau pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada paru-paru. Penyakit ini menyebabkan kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru terisi nanah dan cairan lain.

Ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Pneumonia dapat didiagnosis berdasarkan tanda, gejala, dan pemeriksaan fisik, tetapi terkadang rontgen juga harus digunakan.

Gejala pneumonia awal dapat terlihat seperti pilek, tetapi dapat berkembang menjadi beberapa gangguan lainnya. Seperti nyeri dada saat bernapas dan batuk; sakit perut; kelelahan; demam; mual, muntah dan diare; batuk; sesak napas; dan tanda peningkatan kerja pernapasan.

Pencegahan

Penyebab paling umum dari pneumonia adalah bakteri yang disebut Streptococcus pneumonia. Direkomendasikan agar semua anak yang sehat menerima 4 dosis vaksin pneumokokus (PCV13 atau PCV15) antara usia 2 dan 15 bulan.

Baca Juga:

Sempat Masuk ICU, Anak Hanung Bramantyo Didiagnosa Bronkitis

Kanker Serviks Jadi Sebab Kematian Tertinggi Wanita, Cegah dengan HPV


(gar)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)