LANGIT7.ID, Jakarta - Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok menggelar sosialisasi pengolahan sampah bertajuk "Menuju Pesantren Hijau Menghadapi Perubahan Tantangan Iklim" pada Ahad (26/2/2023).
Dalam kesempatan itu, Praktisi Bank
Sampah Ripin Beriman, Arif, merasa prihatin dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih membuang sampah sembarangan. Padahal, sampah bisa disulap menjadi emas.
“Buat sebagian orang, terutama tukang sampah, sampah adalah sbeagai rezeki. Tapi, buat kita yang tidak bertanggung jawab sampah adalah sumber penyakit karena kita cuma tahu buang,” kata Arif dalam sosialisasi tersebut.
Arif menjelaskan, saat ini sudah ada mesin khusus yang akan mengelola sampah anorganik seperti plastik dan
styrofoam. Sampah non-organik itu dilebur menjadi BBM dalam bentuk solar, minyak tanah, dan bensin.
Baca Juga: Cegah Penumpukan Sampah, Islam Larang Budaya Konsumtif“10 kilo plastik atau
styrofoam yang dibakar itu menghasilkan 10 liter bahan bakar,” ucap Arif.
Jika tidak mampu membeli mesin, maka Bank Sampah Ripin Beriman sudah menyediakan solusi. Badan usaha ini sudah menyediakan Bank Sampah. Sampah yang dibeli akan didaur ulang agar bisa bermanfaat kembali.
“Sampah anorganik bisa dijual ke Bank Sampah. Kita tidak sadari, bahwa dari sampah yang kita buang, ada sekitar Rp1.000 yang kita buang. Kami mengelola Bank Sampah Ripin Beriman,” ucap Arif.
Baca Juga: Suporter Jepang Pantang Tinggalkan Sampah di StadionBank Sampah Ripin Beriman merupakan sebuah usaha menawarkan jasa pembelian sampah-sampah rumah tangga maupun industri. Jenis sampah yang dibeli adalah sampah anorganik yaitu sampah yang bukan dari alam atau dapat didaur ulang kembali.
Sistem oprasional Ripin Beriman dijalankan berdasarkan pada sistem operasional yang bergerak di bidang perbankan. Ada layanan deposito bagi penyetor sampah (Nasabah Ripin Beriman, yang ingin menabungkan terlebih dahulu hasil penjualan sampah di Bank Sampah Ripin Beriman. Ada juga kurir yang bersedia menjemput sampah dari rumah ataupun industri.
“Program utama kami adalah membeli emas pakai sampah. Jadi, ibu-ibu tidak perlu repot untuk beli emas. Cukup mengumpulkan sampah dari rumah tangganya, ditabung di Bank Sampah, kalau saldonya sudah cukup, dia bisa beli emas,” kata Arif.
Baca Juga: Pelatih Vietnam Keluhkan Bau Sampah di Sekitar Stadion GBTSelain menukar saldo dengan emas berbagai ukuran, ada juga produk sembako, produk kecantkan, dan berbagai produk lain. Tak hanya itu, ada pula program sedekah sampah.
Sedekah sampah itu ditujukan untuk orang-orang kaya yang ingin menyedekahkan sampahnya ke Bank Sampah Ripin Beriman. Hasil daur ulang sampah itu kemudian disedekahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ada juga sedekah sampah. Kalau rumah tangga sudah kaya banget, sampahnya ditimbang malu, ya sudah sedekahkan saja, kita distribusikan kepada orang yang berhak menerima,” ungkap Ari.
(jqf)