LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (
DMI) Jusuf Kalla mendorong percepatan
sertifikasi masjid di Indonesia. Percepatan tersebut bertujuan agar tidak ada lagi persoalan karena legalitas.
Demi mempercepat upaya itu, DMI bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (
BWI), melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Baca juga: Sambut Ramadhan, DMI Keluarkan 3 Imbauan Beribadah di Masjid"Kami menandatangani kerja sama sertifikasi wakaf untuk rumah ibadah. Seperti yang disampaikan Pak Nuh di Indonesia ada 800 ribu masjid dan musala. Tentu yang paling pokok masjidnya," kata JK dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/3/2023).
JK menyatakan DMI mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap masjid untuk meningkatkan ekonomi umat.
Sementara, Ketua BWI Mohammad Nuh mengatakan MoU untuk memberikan legalitas bagi masjid di seluruh Indonesia.
Rencananya, kata dia, pada Ramadan 2023 akan ada sertifikasi sebanyak 25.000 aset masjid di Jawa Timur.
Baca juga: DMI: Masjid Harus Jadi Titik Penyebaran Pesan Penyejuk Umat"Semoga semua niat baik ini bisa dijalankan dengan baik. Ini akan berjalan terus. Dibutuhkan bukan hanya orang jujur dan baik, tetapi orang-orang seperti CEO untuk mengatur aset-aset ini ke depan," harapnya.
(est)