LANGIT7.ID - , Kairo - Menjelang Ramadhan, Pemerintah
Arab Saudi menyiapkan rencana besar untuk melayani sekitar 3 juta jamaah di tempat-tempat suci bagi umat Islam. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Presiden Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Abdul Rahman Al Sudais.
Melansir Gulf News, Al Sudais mengatakan, skema operasi diawaki oleh 12.000 karyawan yang siaga sepanjang waktu untuk melayani jamaah di dua masjid suci di
Mekkah dan
Madinah.
Baca juga: Sound System Masjidil Haram Terbesar dan Tercanggih SeduniaRencana yang disebut dengan "dari kedatangan hingga akses" itu berfokus pada perjalanan jamaah sejak tiba di halaman dua tempat suci dan mendapatkan akses ke layanan mengitari Kakbah di
Masjidil Haram hingga berjalan di antara dua bukit Safa dan Marwah, yaitu ritus-ritus utama umrah atau ziarah yang lebih kecil, serta ke tempat-tempat salat dan Itikaf (berdzikir).
“Selain itu, rencana tersebut mengatur pemantauan dan tata kelola semua layanan untuk memastikan standar tertinggi mereka di dua masjid suci,” kata Al Sudais, dikutip Selasa (7/3/2023).
Menurut dia, skema tersebut dirancang untuk melayani pelaksanaan
salat tahajud di sekitar Kakbah bagi sekitar 107.000
jamaah umrah setiap jamnya.
Ramadhan, yang akan dimulai tahun ini pada akhir Maret, biasanya menjadi musim puncak umrah dan ditandai dengan ibadah yang intens.
Baca juga: Tidak Ada Kotak Amal di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi“Rencana operasi Ramadhan dipusatkan pada kehadiran di lapangan, meminta pertanggungjawaban, menyediakan lingkungan yang aman dan sehat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, mendiversifikasi inisiatif, pemanfaatan kecerdasan buatan secara optimal, dan penggunaan aplikasi di berbagai bidang untuk melayani yang tertinggi. jumlah jemaah dan pengunjung umrah,” imbuhnya.
(est)