LANGIT7.ID, Jakarta -
Gaya hidup minimalis tidak harus berarti menjadi sangat hemat atau irit dalam hal pengeluaran. Minimalisme lebih tentang memilih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan memberikan arti bagi kehidupan seseorang, dan menghindari pengeluaran atau kepemilikan barang yang tidak perlu.
Dalam kamus KBBi, minimalis berkenaan dengan penggunaan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik. Sementara, Joshua Becker, penulis buku
Becoming Minimalist, mengatakan, minimalisme adalah memiliki hal-hal yang membawa kebahagiaan, menghilangkan hal-hal yang tidak perlu.
Mengutip
break the witch, gaya hidup minimalis dapat dianggap sebagai gaya hidup sederhana. Dalam gaya hidup minimalis, seseorang hidup dengan barang-barang yang benar-benar dibutuhkan, meskipun tidak banyak, tetapi berkualitas.
Baca Juga: Wapres Imbau Pejabat Keuangan Bergaya Hidup SederhanaContoh dari penerapan gaya hidup minimalis adalah dengan mengurangi barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan, seperti koleksi
screenshot di ponsel yang jarang dibuka dan hanya memenuhi memori ponsel.
Minimalisme tidak terbatas hanya pada barang-barang saja, tetapi juga bisa diterapkan pada fesyen, media sosial, penggunaan gawai, dan internet. Oleh karena itu, ada istilah
digital minimalism.Gaya hidup minimalis bersifat sangat pribadi, sehingga setiap orang yang mengamalkannya memiliki penerapan yang berbeda-beda, tergantung pada pola pikir dan kebutuhan. Beberapa orang merasa bahwa menjadi hemat dalam pengeluaran bagian dari gaya hidup minimalis, tetapi hal ini tergantung pada pilihan individu dan kondisi keuangan.
Baca Juga: Berhemat dan Menjauh dari Sifat Mubazir Lewat Konsep DeclutteringManfaat Gaya Hidup Minimalis1.Lebih Sehat secara FinansialMinimalisme membantu untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Seseorang akan cenerung membeli barrang yang memang benar-benar dibutuhkan. Kebiasaan seperti itu bisa membantu mengurangi sifat konsumtif dan menghemat pengeluarkan. Uang tabungan bisa dialokasikan ke hal penting seperti pendidikan anak, asuransi kesehatan, atau sekadar menyalurkan hobi.
2. Hemat Waktu dan EnergiMinimalis berarti tidak memiliki barang yang berlebihan yang dapat menghemat waktu dan energi yang biasanya digunakan untuk merawat, mengorganisir, dan membersihkan barang-barang itu.
Waktu dan energi bisa dialokasikan untuk hal bermanfaat dan produktif seperti membaca, berolahraga, menghabiskan waktu bersama keluarga, me-
time, dan kegiatan lain.
Baca Juga: Jauh dari Glamor, 4 Artis Ini Pilih Gaya Hidup Minimalis3. Mengurangi StressMelihat hidup orang lain dan membandingkan dengan milik sendiri tak akan pernah berakhir. Misalnya, jika teman selalu memiliki gawai terbaru, Anda merasa iri dan ingin memiliki hal sama. Namun, dengan gaya hidup minimalis, Anda dapat mengurangi perasaan ingin memiliki yang dapat menimbulkan
stress. 4. Menambah Space untuk Hal PentingDengan menyortir barang-barang yang tidak penting, ruang yang ada bisa digunakan untuk hal yang lebih penting. Misalnya, dengan membersihkan tumpukan barang di kamar, Anda bisa bergerak lebih bebas dan istirahat dengan nyaman.
5. Berkesempatan untuk Berbagi pada SesamaDalam
decluttering, Anda akan menemukan barang yang rusak dan tidak terpakai. Barang rusak bisa dibuang, sedangkan yang masih bagus bisa disumbangkan ke orang yang membutuhkan. Hal ini bisa memberikan perasaan bahagia karena barang Anda bermanfaat bagi orang lain.
Baca Juga: 7 Gaya Hidup Sederhana dan Rendah Hati Rasulullah SAW6. Baik untuk LingkunganOrang minimalis mementingkan kualitas disbanding kuantitas. Mereka membeli produk berkualitas tinggi, seperti baju
timeless dan
slow fashion, daripada
fast fashion yang lebih murah tetapi cepat rusak dan kurang ramah lingkungan. Mengutip
Business Insider, limbah perwarna tekstil dari fast fashion juga menjadi salah satu pencemar air terbesar di dunia.
(jqf)