LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub)
Budi Karya Sumadi menyebut pihaknya segera menyiapkan kebijakan mudik lebaran 1444 Hijriah/2023 M. Hal tersebut untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pemudik pada lebaran 2023.
Menhub memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah pemudik pada libur Idulfitri tahun ini sebesar 123 juta orang atau naik 47 persen secara nasional. "Kami bersama-sama dengan Kakorlantas Polri dan juga Menko PMK sudah berkoordinasi bagaimana me-manage mudik kali ini yang begitu signifikan," kata Menhub dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/3/2023).
Menhub Budi menyoroti beberapa hal saat
mudik lebaran tiba, salah satunya mudik menggunakan motor. Berdasarkan data Polri dan Korlantas, tingkat kecelakaan paling tinggi adalah menggunakan kendaraan bermotor. Untuk itu, Kemenhub telah menyiapkan beberapa program mudik gratis dengan moda bus, kapal laut dan juga kereta api.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Strategi Jitu Tekan Kemacetan Arus Mudik 2023"Saya harapkan Kementerian lain dan swasta juga mengadakan mudik gratis minimal untuk kalangan mereka sendiri. Supaya apa? Supaya tidak membebani apa yang kita programkan," ujarnya.
Menhub juga memberi perhatian lebih terhadap angkutan dari Pelabuhan Merak menuju ke Bakauheni. Pasalnya, Pelabuhan Merak menjadi yang tersibuk saat masa mudik tiba, bahkan sampai melampaui batas.
"Kapolri minta beberapa Pelabuhan seperti di Indah Kiat, di Bakau Jaya itu difungsikan. Sehingga, titik keberangkatan itu tidak saja di Merak tetapi ada di Ciwandan, ada di Indah Kiat, dan ada juga di Bakau Jaya," ungkapnya.
Tak hanya menambah pelabuhan, Menhub turut meminta penambahan jumlah armada kapal. Salah satunya menggunakan kapal Pelni untuk dijadikan kapal penyeberangan.
Baca Juga: MTI: Jalan Tol Masih Pilihan Favorit Pemudik Lebaran 2023"Tahun lalu, ini suatu
success story yang didapat oleh masyarakat, mereka merasa di dalam kapal Pelni itu mereka berwisata ya. Jadi, mereka mudik, berwisata karena kapal lebih besar juga," tutur Menhub Budi.
Selain itu, Budi menyebut pemerintah juga fokus membahas penggunaan jalan tol dan jalan arteri. Dalam hal ini, kendaraan barang tiga sumbu yang kerap menimbulkan kepadatan di jalan tol maupun jalan arteri akan dibatasi.
Menhub menuturkan, akan ada asesmen untuk menertibkan kendaraan yang dikecualikan tersebut dan juga tidak boleh overload membawa muatan. Penggunaan jalan arteri juga mendapat perhatian agar dapat memperlancar arus mudik Idulfitri tahun ini.
"Kami akan umumkan hari-hari apa saja yang tidak boleh menggunakan jalan-jalan yang ditetapkan. Yang dikecualikan itu adalah BBM, BBG hewan ternak, pupuk, hantaran uang, bahan pokok termasuk sayur mayur, sepeda motor mudik atau balik, lalu satu lagi makanan-minuman. Tetapi, kita kasih catatan mereka boleh berjalan tapi tidak boleh menggunakan tiga sumbu," ucap Menhub.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem dan Erupsi Gunung Berapi Jadi Tantangan Mudik via Jalur Udara
KSP: Tol Solo-Yogyakarta Siap Difungsikan untuk Mudik Lebaran 2023(gar)