LANGIT7.ID, Jakarta- - Ramadhan tahun ini menjadi bulan yang berbeda bagi
Amink Supriatna Sugandh (Aming). Dia mengungkapkan, tahun ini merupakan Ramadhan tersukses baginya. Itu karena saat ini dia tengah berproses menjadi lebih baik lagi.
Aming menyebutkan, hingga saat ini, dia masih bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim, termasuk menjaga wudhu, tarawih, dan puasa. Menurutnya, itu adalah alasan mengapa Ramadhan tahun ini menjadi yang tersukses.
“Alhamdulillah, tapi saya enggak mau riya. Tapi, saya rasa ini Ramadhan yang tersukses, tahun ini bakalan jadi Ramadhan tersukses,” kata Aming saat berbagi cerita melalui kanal youtube dalam acara yang dipandu Irfan Hakim dan Raffi Ahmad.
Aming juga mengungkapkan, ibadah di bulan Ramadhan tidak hanya untuk mengharap pahala, tetapi juga sebagai cara untuk membiasakan diri menjadi lebih baik. Dia menjaga kebiasaan seperti menjalankan solat tarawih dan komitmen untuk terus konsisten membiasakan diri.
“Kalau gue bukber nih, enggak keburu di masjid trawih, gue tarawih di rumah. Ming ayo komitmen, ayo konsisten membiasakan diri,” ujar Aming.
Ketika ditanya tujuan ibadah shalatnya, Aming mengaku melakukannya sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih kepada Allah Ta’ala atas segala nikmat yang diberikan. Baginya, shalat adalah cara untuk selalu berterima kasih kepada Allah.
Sementara itu, Aming tidak memperdulikan respons orang di sekitarnya terkait kegiatan ibadahnya. Baginya, yang penting adalah menghargai kesuksesan dan menutup mulut orang-orang yang tidak berbicara baik-baik.
Aming mengajak semua orang untuk mengambil hikmah dari bulan Ramadhan, tidak hanya dalam hal pahala, tetapi juga dalam hal membiasakan diri menjadi lebih baik. Dengan begitu, diharapkan bahwa kebiasaan yang baik bisa terbawa hingga setelah bulan Ramadhan berakhir.
“Mau kita kayak apapun pasti diomongin terus. Kayak kalian sukses berat jadi omongan. Tutuplah mulut-mulut di luar sana dengan kesuksesan,” ujar Aming.
Baca juga:
Aming Pakai Peci dan Deretan Kisah Hijrah 5 Pesohor IndonesiaAwal Mula Aming Disebut HijrahKetika ditanya tentang perubahan penampilannya, Aming mengatakan, hidup ini memang penuh dengan proses yang jernih. Saat ini, dia sedang berada di fase kehidupan yang lebih tenang setelah mengalami banyak tantangan dan perjuangan dalam hidupnya.
Menurutnya, perubahan penampilannya berawal dari ketika dia berlibur ke Amerika Serikat beberapa bulan yang lalu. Saat berada di Amerika, dia memutuskan untuk melakukan make over pada alis.
Lalu, momentum Ramadhan menjadi pemicu perubahan yang lebih besar pada dirinya. Ketika kembali ke Indonesia, dia menyadari bahwa kumis dan jenggotnya tumbuh dengan baik. Melihat hal tersebut, dia merasa cocok dan memutuskan untuk menjaga penampilannya yang baru dengan istiqomah.
Namun, ketika dia mengunggah foto dengan baju koko yang baru saja dibelinya, dia merasa takut. Banyak warganet yang mengomentari bahwa Aming telah berhijrah. Namun, Aming merasa tidak nyaman dengan label tersebut.
Menurutnya, agama bukanlah sesuatu yang dapat dipertontonkan atau dipamerkan. Agama harus dijaga dengan hati dan dijadikan pedoman dalam hidup sehari-hari. Dia tidak ingin menjadikan agama sebagai komoditi.
Baginya, agama adalah hal yang sangat personal dan harus dijaga dengan baik. Oleh karena itu, dia memilih untuk terus hidup dengan penampilan yang baru dan menjalani hidupnya dengan penuh istiqomah dan konsistensi dalam beragama.
“Jujur aja iseng (unggah foto). Alhamdulillah, banyak mendoakan, kan doa baik yak. Takut (dibilang hijrah), karena tuntutan jadi lebih banyak, dan namanya agama bukan sesuatu yang dipermainkan. Sudah banyak yang memainkan agama. Saya pribadi sampai kapanpun tidak mau menjadikan agama sebagai komoditi,” tutur Aming.
Aming Takut Disebut HijrahAming mengungkapkan rasa takutnya saat orang-orang memanggilnya dengan sebutan 'hijrah'. Dia merasa takut disebut hijrah oleh orang lain karena beban yang harus dipikul atas ekspektasi publik terhadap dirinya.
Menurutnya, proses hijrah merupakan urusan pribadi dengan Tuhan dan bukan sesuatu yang bisa dipertontonkan atau dipermainkan. Tak hanya itu, Aming juga merasa prihatin dengan fenomena di Indonesia yang kerap memojokkan orang-orang yang sedang dalam proses hijrah.
Menurutnya, banyak orang yang terpaksa mengundurkan niat hijrahnya karena tidak sanggup menanggung tekanan sosial yang begitu besar.
"Ketika dibilang hijrah, aamiin kok takut banget? Bukan takut cuma urusan kita sama Tuhan pribadi. Banyak orang di Indonesia yang lagi hijrah dihajar kok masih gini kok gitu akhirnya mereka mengundurkan niatnya," ujar Aming.
Merasa Jauh Lebih TenangBagi Aming, hijrah bukanlah sebuah komoditas yang bisa dimainkan. Sebagai individu yang beragama, dia menyadari bahwa agama bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan atau dijadikan alat untuk mendapatkan popularitas.
Dia berharap agar masyarakat dapat menghargai proses hijrah dan memberikan dukungan kepada mereka yang sedang dalam proses menuju kebaikan. Dia mengaku, perubahan penampilannya saat ini membuatnya jauh lebih tenang.
“Saya lebih tenang kalau gini ya, makanya kalau ngomong hati-hati banget. Kalau ada orang yang di luar sana bilang ‘Aming hijrah, Aming hijrah’ Alhamdulillah, diaminin karena doa baik,” ujar Aming.
(ori)