LANGIT7.ID-, Sidoarjo- - Obyek
wisata religi di Jawa Timur bertambah satu lagi setelah Makam Aulia Sono di kawasan Buduran, Sidoarjo selesai direvitalisasi dan diresmikan. KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman belum lama ini.
Makam Aulia Sono berlokasi di dalam komplek Guspujat Optronik II Puspalad di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Kawasan ini menjadi wisata religi terluas di Sidoarjo karena berdiri di atas lahan seluas 3.956 m2.
Di kawasan makam Aulia Sono ini terdapat lima makam utama yang dihormati warga Sidoarjo dan Jawa Timur. Kelima makam itu yakni pendiri Pondok Pesantren Sono, Buduran KH. Muhayyin, Hj. Asfiyah (istri KH. Muhayyin), KH. Abu Mansur (putra), KH. Zarkasyi (putra), KH. Said (Cucu), KH. Maksum (cicit).
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Wagub Jatim Emil Dardak dan Bupati Sidoarjo Muhdlor Ali di kompleks Makam Aulia Sono, Sidoarjo.Ketokohan kelima ulama sepuh Sidoarjo membuat sejumlah ulama besar seperti KH Hasyim Asy'ari Jombang pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Abdul Karim Lirboyo Kediri, KH. Usman Jazuli Ploso Kediri, KH. Wachid Hasyim dan banyak ulama besar lain menimba ilmu di Pondok Pesantren Sono Buduran.
Baca juga:
Pertimbangan Hakim Memvonis Teddy Minahasa Hukuman Seumur Hidup"Atas izin dari KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman sejumlah rumah dinas yang berada di dekat makam dibongkar untuk akses para peziarah. Komplek makam Aulia Sono itu dibangun dua pendopo sebagai akses pintu masuk dan keluar para peziarah," kata Bupati Sidoarjo, Muhdlor Ali.
Gus Muhdlor, sapaan bupati Sidoarjo, menjelaskan jika sejarah dan perjuangan tokoh pendidikan pesantren sekaligus pendiri Pondok Sono KH. Muhayyin beserta para dzurriyah (keturunan) itu tidak banyak yang diketahui masyarakat.
Menurutnya, sosok KH. Muhayyin, KH. Abu Mansur, dan KH. Zarkasyi adalah para ulama zuhud yang hidupnya dihabiskan untuk mengajar dan mendidik ilmu agama. Bahkan, pondok salaf itu dulu pernah menjadi kiblatnya ngaji Tashsrifan.
"Di pesantren Sono inilah diajarkan ngaji Tashsrifan, dimana saat itu masih sangat jarang ada yang mengajar Tashrifan," jelasnya.
Bupati berharap revitalisasi makam Aulia Sono Buduran dibuka untuk umum. Nantinya masyarakat, khususnya warga Sidoarjo bisa mengambil pelajaran dari sejarah hidup orang-orang mulia tersebut.
Kegigihannya dalam mengajar dan menyebarkan ilmu agama serta keistiqomahannya dalam berdakwah dan berjuang membela negara bisa memompa semangat kita semua untuk mengikuti jejaknnya.
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan, tidak pernah banyak pertimbangan untuk kepentingan umat. Oleh karenanya, Makam Aulia Sono yang sosoknya merupakan guru dari Alm. KH Hasyim Asyari menurutnya wajib dilestarikan dan diramaikan.
"Makam ini akan mengingatkan kita nilai kebangsaan sekaligus ketaqwaan terhadap Allah SWT. Juga meningkatkan nilai nasionalisme," katanya. Dirinya juga memberikan apresiasi atas kerjasama berbagai pihak dalam upaya pembangunan kawasan religi ini.
Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur,Emil Elestianto Dardak optimistis revitalisasi kawasan ini akan menjadi magnet wisatawan khususnya bagi para peziarah.
"Ini akan jadi daya tarik wisatawan dan peziarah. Karena Ponpes Sono di Kabupaten Sidoarjo ini juga merupakan tempat beguru pendiri sekaligus Rais Akbar NU, Kyai Hasyim Asy’ari," kata Emil.
(ori)