LANGIT7.ID-, Jakarta- - Jalan menuju
surga sangat banyak. Bagi penuntut ilmu bisa masuk surga dengan ilmunya. Orang kaya bisa masuk surga dengan hartanya. Para pekerja profesional pun bisa masuk surga dengan pekerjaannya.
Tak hanya itu, Allah Ta’ala memiliki rahmat yang sangat luas. Dia Maha Pemurah. Di antara bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah amal-amal ringan tapi punya balasan besar. Misalnya termaktub dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim, no.2699)
Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, mengatakan, jalan surga seorang muslim sebenarnya sudah terpampang jelas di depan mata. Dia mencontohkan majelis taklim. Saat ini, siapapun bisa mengikuti majelis taklim, baik melalui online maupun offline.
“Jadi, kita berharap Majelis Taklim ini menjadi bagian dari amal saleh yang bisa kita lakukan, yang mengantarkan kita dimudahkan ke surga. Kita harus memaksakan diri kita ikut pengajian. Lebih baik dipaksa masuk surga, daripada rela masuk neraka,” kata Agus dalam acara Kementerian Sekretariat Negara di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Kamis (11/5/2023).
Baca juga:
Kembangkan Keuangan Syariah, LSP BEKSYA dan STIMRA Sepakat KerjasamaHadir di majelis ilmu itu penuh dengan kebaikan. Apalagi bila dilengkapi dengan membaca Al-Qur’an. Baik yang membaca maupun yang mendengarkan akan mendapatkan rahmat yang tidak sedikit.
Rasulullah SAW bersabda,
“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan, satu kebaikan dilipatgandakan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR At-Tirmidzi)
Agus juga menyampaikan, urusan dakwah tidak boleh membuat orang lain susah. Itu karena Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Permudahlah dan jangan dibuat sulit, dan berilah kabar gembira, jangan ditakut-takuti.” (Muttafaq ‘alaih).
“(Jangan) bermalas-malasan dalam berdakwah dan mengerjakan amal kebajikan. Sebab, ada banyak amalan-amalan ringan yang bis akita lakukan, namun mengandung pahala kebaikan yang begitu besar,” ujarnya.
(ori)