LANGIT7.ID-, Jakarta- - Profesor Riset dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Widya Fatriasari mengungkapkan, dalam dunia
penelitian yang kompetitif, manajemen produktivitas menjadi kunci sukses bagi para periset yang ingin mencapai prestasi yang gemilang.
Menyadari hal ini, para periset di seluruh dunia semakin fokus pada pengembangan strategi produktivitas yang efektif. Hal itu untuk meningkatkan portofolio dan meningkatkan publikasi ilmiah.
Membangun portofolio periset dan tim sehingga dikenal, merupakan modal penting untuk berkolaborasi dengan pihak lain. Diperlukan juga sikap menjaga berkomitmen dengan mitra sehingga selalu terjalin kerjasama yang baik.
"Membangun portofolio periset dan kelompok riset yang kompetitif sangatlah penting, dengan melihat peluang yang ada dan memanfaatkannya, sehingga dapat membuat perubahan terhadap riset yang dilakukan," jelas Widya dalam webinar ORNAMAT ke-30 yang diadakan BRIN, dikutip Kamis (22/6/2023).
Baca juga:
Menyoal Masa Jabatan Kades: 6 Tahun dengan Maksimal 2 Periode Pilihan DemokratisMotivasi merupakan motor pengerak dalam membentuk portofolio yang baik. Selain itu, periset tetap harus meningkatkan pengetahuan di bidang sains, dan berinovasi dengan stategi yang tepat.
"Untuk membangun kelompok riset yang kompetitif diperlukan membuat roadmap SDM dengan program yang sudah ada, fokus terhadap kompetensi kelompok riset, sehingga masing-masing periset dapat berkembang sesuai dengan desain arah kelompok risetnya, periset juga aktif menjalin jejaring kolaborasi dan branding untuk mengait pendanaan yang bersumber dari baik BRIN maupun dari luar," tutur Widya.
Widya lalu menerangkan cara membuat publikasi. Publikasi merupakan seni dalam keahlian merancang riset, mengambil data, presentasi data yang menarik, menuangkan pikiran secara integratif, dan mengelaborasi pemikiran yang didukung oleh referensi.
"Jika memiliki waktu luang, periset dapat menerima permintaan me-review artikel ataupun belajar dari media massa untuk menambah wawasan," ucap salah satu peraih penghargaan Periset Berprestasi BRIN ini.
Kedua, menulis hasil riset yang diperoleh secara bertahap, tanpa harus menunggu semua riset selesai. Seperti bahan dan metode, serta data dalam bentuk gambar atau tabel.
"Selain itu, periset juga harus tetap melakukan pelatihan berkelanjutan untuk perbaikan tulisan," ungkap Widya.
Widya juga menjelaskan tips membuat tulisan agar layak untuk publikasi. Hal itu dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya berbagi ilmu pengetahuan dan belajar. Dalam membangun ide dapat ditemukan dengan cara membaca literatur, menganalisis data baik grafik atau gambar, dan komunikasi dengan teman.
Baca juga:
Musuh Masyarakat, MUI Minta Khatib Jumat Sampaikan Bahaya Narkoba"Sementara, untuk menulis desain penelitian dengan cara melakukan kerangka tulisan, selalu dibaca dengan teliti sampai layak tayang, serta melakukan riset," urainya.
Untuk manajemen ide penelitian diperlukan beberapa aspek, yakni menjaring pendanaan untuk mewujudkan ide, mapping tim penelitian yang dapat mendukung keberhasilan penelitian, dan publikasi.
Pertimbangan lain untuk menunjang keberhasilan riset adalah memanfaatkan fasilitas laboratorium dan fasilitas pendukung serta kerja sama. Membangun dan memanfaatkan jejaring kerja sama meningkatkan kemungkinan keberhasilan kegiatan.
"Ditambah dengan alokasi waktu diri sendiri dan tim untuk kemungkinan menyelesaikan penelitian serta prospek kerja sama dengan mahasiswa research assistant, post doc, maupun visiting scholar," ujar Widya.

(ori)