LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin mengungkapkan, nilai ekonomi
ibadah haji dan kurban bisa mengentaskan kemiskinan.
Dia menjelaskan, angka kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia masih sangat tinggi, mencapai 9,5^ warga bangsa. Begitupun survei status gizi nasional menunjukkan angka stunting atau anak kurang gizi menzapai 21,6%
Maka itu, ibadah haji dan kurban harus secara konkrit mampu mengatasi persoalan sosial seperti kemiskinan dan stunting. Itu karena sejatinya kedua ibadah itu, jika dikelola dengan sistematik, sinergis, dan kolaboratif bisa menjadi alternatif atas problematika kemiskinan dan stunting. Ada beberapa alasan yang bisa dikemukakan.
Baca juga:
Nilai Kurban Harus Pilar Kehidupan di Era Modern1. Kurban dan Haji Cerminan Kesalehan Sosial Seseorang
Yamin menekankan, kurban dan haji adalah cerminan kesalehan sosial seseorang. Dengan kesalihan sosial maka spirit tolong menolong akan mampu menjadi fondasi dan modal sosial yang ampuh untuk memangkas kemiskinan dan mempersempit jarak kesenjangan.
2. Bisa Dinamisir Gerakan Ekonomi Kerakyatan
Nilai ekonomi kurban dan haji merupakan modal utama yang mampu mendinamisir gerakan ekonomi kerakyatan secara massif. Contohnya, untuk kebutuhan hewan kurban 2023 ini sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian Republik Indonesia diproyeksikan mencapai 1.743.501 ekor dari berbagai jenis hewan.
"Ini baru dari sisi hewan saja, belum lagi sektor pakan, konsumsi, bumbu-bumbu dapur untuk memasak, perlengkapan kurban, transportasi, tenaga anak kandang, dan lain-lain," kata Yamin di laman resmi Muhammadiyah, Kamis (29/6/2023).
Ditambah kebutuhan untuk haji dan hewan dam haji yang dilaksanakan bersamaan dengan hari raya kurban. Tentu nilai ekonomi kurban dan haji akan mencapai puluhan triliun bahkan ratusan triliun. Sehingga, akan mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan sekaligus membangun ekosistem ekonomi kurban dan haji secara komprehensif.
Baca juga:
Haji Itu Miniatur Kehidupan3. Membuka Kesempatan Lapangan Kerja
Banyaknya unit usaha turunan baik di sektor kurban dan haji akan membuka kesempatan lapangan kerja yang tidak sedikit, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan usaha kecil dan mikro sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan sempitnya lapangan pekerjaan.
4. Membangun Etos Sosio, Religio Entrepreneurship
"Peristiwa kurban dan haji akan menciptakan entrepreneur yang berbasis sosial dan religius, atau dengan kata lain akan mampu menumbuhkan socio religious entrepreneurship," ungkap Yamin.

(ori)