Presiden Federasi Rusia,
Vladimir Putin, termasuk orang yang mempercayai Tuhan. Dia diyakini sebagai pengikuti Gereja Ortodoks seperti kebanyakan warga Rusia.
Express.co.uk mencatat, Putin dibesarkan oleh Ibu Kristen taat dan selalu mengenakan kalung salib hampir sepanjang hidupnya.
Selain itu, Putin dikenal memiliki hubungan yang cukup baik dengan umat Islam di Rusia. Tak jarang, sejumlah kebijakannya memperlihatkan dia sangat menghargai keberadaan umat Islam. Islam di Rusia saat ini telah tersebar di seluruh distrik federal Rusia. Di distrik federal pusat terdapat Masjid Katedral Moskow.
Putin sebagai sosok yang ramah dengan keberadaan umat Islam di Rusia. Itu karena Putin memiliki sikap terbuka terhadap muslim. Beberapa waktu terakhir, Putin mengeluarkan pernyataan dan kebijakan yang sejalan dengan prinsip-prinsip umat Islam. Di antaranya:
Baca juga:
Sistem Keuangan Barat Krisis, Rusia Adopsi Praktik Keuangan Islam1. Mengecam Pembakaran Al-Qur'an
Putin mengeritik negara-negara Barat yang mengizinkan pembakaran Al-Qur'an atas dasar kebebasan berbicara. Dia menilai tindakan semacam itu merupakan sesuatu yang dikriminalisasi di Rusia.
Putin membuat pernyataan tersebut saat menemui perwakilan muslim di Masjid Juma di Derbent Degestan pekan lalu. Dia mendapat salinan Al-Qur'an sebagai hadiah. Dia lalu mengeritik negara-negara Barat yang tidak menganggap pembakaran Al-Qur'an sebagai kejahatan, seraya menekankan bahwa Rusia menghukum tindakan tersebut.
"Al-Qur'an merupakan kitab suci bagi umat Islam dan harus suci juga bagi orang lain," kata Putin, dikutip The New Arab, Jumat (7/7/2023). Dia mengungkapkan rasa terimakasih atas pemberian hadiah tersebut dan menyatakan, "Saya akan selalu mematuhi peraturan ini."
Pernyataan Putin seiring kontroversi internasional yang dipicu pembakaran salinan Al-Qur'an di luar masjid di Stockholm, Swedia. Insiden itu dilaporkan dilakukan oleh seorang pengungsi Irak di Swedia, yang telah mendapat persetujuan tertulis dari polisi.
2. Menolak keras LGBT
Putin juga sangat tegas terhadap LGBT. Dia mengesahkan undang-undang anti-LGBT pada Desember 2022 lalu. Di bawah beleid baru itu, Rusia melarang semua bentuk propaganda LGBT, mulai dari tindakan hingga kampanye di publik, internet, film, buku, atau iklan.
Mengutip Reuters, individu yang melanggar bisa didenda hingga 400 ribu rubel atau sekitar Rp103 juta. Sementara, organisasi atau lembaga yang melanggar bisa didenda hingga 5 juta rubel atau Rp1,2 miliar. Jika propaganda dilakukan orang asing, maka mereka bisa ditangkap dan diusir hingga 15 hari dari Rusia.
Aturan ini dianggap memperluas cakupan aturan anti-LGBT Rusia yang sebelumnya sebatas melarang keras praktik LGBT di hadapan anak-anak. Rusia belakangan memang ingin kembali memperkuat yang mereka sebut sebagai nilai-nilai 'tradisional' negara itu.
Baca juga:
Cak Nun Pendarahan Otak, Kiai Cholil: Saya Doakan Segera Sembuh dan Sehat3. Menentang Sistem Kapitalis Barat
Sejak usulan amandemen konstitusi disampaikan pada Januari 2020, Putin dinilai ingin menghapus anggapan Rusia sebagai negara sekular dengan kandungan nilai-nilai Barat serta kapitalisme. Putin telah lama dikenal anti leberalisme Barat.
Menurut analis politik Rusia, Konstantin Kalachev, amandemen konstitusi addalah campuran nilai-nilai Ketuhanan dan komunisme. "Leluhur kami mengajari kami kepercayaan kepada Tuhan dan ide-ide komunisme. Putin adalah cerminan mayoritas orang Rusia," kata Kalachev, dikutip BBC Rusia.
Bahkan, Anadolu Agency melaporkan, Rusia akan mengadopsi praktik keuangan Islam di beberapa wilayah dengan populasi yang didominasi muslim. Rusia memulai proyek percontohan di Degestan, Checnya, Bashkiria, dan Tatarstan.
Menurut pakar senior di Asosiasi Pakar Keuangan Islam Rusia, Alexandr Kazakov, saat ini adalah waktu yang tepat untuk meninggalkan pasar keuangan Barat dan fokus pada kerjasama dengan negara-negara Arab dan Asia.
Menurut Kazakov, perbankan Islam telah berkembang secara aktif dalam beberapa tahun terakhir dengan Timur Tengah menjadi pusat terbesar perbankan Islam dan Malaysia untuk pasar keamanan Islam.
Apakah model keuangan Islam dapat melawan sistem keuangan Barat, Kazakov menilai sistem keuangan Barat sekarang berada dalam krisis serius. "Semuanya akan bergantung pada bagaimana ia bertahan dari krisis ini dan apakah ia bertahan," ujarnya.
4. Mengakomodasi Kelompok Muslim di Negeri eks Uni Soviet
Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Federasi Rusia dan Eropa Utara (FREU), Amy Maulana, mengungkapkan, Islam merupakan agama terbesar kedua di Rusia setelah Kristen Ortodoks. Setidaknya sekitar 30 juta warga Rusia beragama Islam dari 147 juta total penduduk.
Mengutip NU Online, kelompok muslim Rusia tersebar di beberapa wilayah. Selain bermukim di kota-kota besar seperti Moskow, Nizhiniy, dan Saint Peterburg, terdapat pula konsentrasi muslim di Bashkortasan, Tartasan, Checnya, dan Degestan.
"Ada 40 kelompok etnis muslim tinggal di 7 dari 21 Republik Federasi Rusia. Bashkortasan dan Tartarstan di wilayah Volga-Ural, dan Checnya, Ingushetia, Degestan, Kabardino-Balkariadan Karachay-Chekessia di Kaukasus Utara. Bagian lain dari Rusia, termasuk kota-kota besar seperti Moscow, Nizhniy Novgord, dan St Peterburg," kata Amy.

(ori)