Datuk Dr. H. Mazlan bin Ahmad menegaskan bahwa keberlanjutan sejati bukan sekadar isu ekonomi dan lingkungan, melainkan berlandaskan Barakah keberkahan dari Tuhan. Ia menyerukan perubahan pola pikir Rahmatan lil Alamin, digitalisasi, dan semangat kewirausahaan sebagai tiga kunci menuju kemakmuran global yang berkeadilan dan spiritual.
Dakwah ekonomi syariah membuka peluang besar bagi kemajuan ekonomi umat Muslim di Asia Tenggara. Dengan potensi pasar halal global mencapai USD4,96 triliun pada 2030, sistem ekonomi Islam menawarkan solusi praktis untuk kesejahteraan masyarakat. Penerapan prinsip syariah dalam ekonomi tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjamin keadilan sosial dan penguatan ekonomi umat.
Simposium ekonomi syariah yang digelar Forjukafi menandai babak baru perkembangan sektor ini di Indonesia. Dengan peringkat ketiga global dalam aset keuangan syariah, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama. Fokus pada inklusi keuangan dan pengembangan industri halal diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Pasar sukuk global diprediksi melonjak di 2024, mencapai 210 miliar. Arab Saudi memimpin pertumbuhan ini, didorong oleh Visi 2030 dan diversifikasi ekonomi. Sukuk hijau dan berkelanjutan semakin populer, dengan Arab Saudi, UEA, dan Indonesia sebagai pelopor. Meski melambat di paruh kedua, prospek jangka panjang tetap kuat berkat minat investor global.
Sukuk Wakaf Ritel SWR005 hadir sebagai inovasi investasi syariah yang menawarkan imbal hasil menarik 6,50% dan dampak sosial positif. Dibuka hingga 9 Oktober 2024, instrumen ini menjembatani keuntungan finansial dengan amal jariyah. Dikelola secara transparan dan sesuai syariah, SWR005 memberikan kesempatan unik bagi investor untuk meraih keberkahan dunia dan akhirat melalui wakaf produktif.
Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, termasuk orang yang mempercayai Tuhan. Dia diyakini sebagai pengikuti Gereja Ortodoks seperti kebanyakan warga Rusia.