LANGIT7.ID, Jakarta - Sebanyak 998.400 dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca dari Jepang telah tiba di Jakarta, Kamis (8/7/2021). Selanjutnya, Australia juga akan mengirim sebanyak 2,5 juta dosis vaksin yang sama.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin ini merupakan bantuan dari Pemerintah Jepang kepada Indonesia. "Jepang dan Indonesia hubungannya sudah sangat lama. Bantuan ini menunjukkan kedekatan antar dua bangsa,” kata Budi melalui siaran pers, Kamis (8/7/2021).
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan kedatangan ini merupakan kloter pertama dari rencana dua kali pengiriman vaksin Covid-19 bantuan Jepang. Kerja sama ini merupakan hasil dari komunikasi dari Menteri Luar Negeri RI dan Jepang selama ini.
"Penguatan kerja sama vaksin internasional dibahas kembali oleh kedua Menlu pada saat melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTM G20 di Bari, Italia, tiga hari lalu," ujar Mahendra.
2,5 Juta Dosis Vaksin dari AustraliaSelain dari Jepang, Indonesia juga akan menerima 2,5 juta dosis vaksin Covid-19 merek AstraZeneca dari Australia. Selain itu, Australia akan memberikan lebih dari 40.000 alat tes rapid-antigen. Australia sekaligus akan memberi bantuan berupa 1.000 ventilator, sekitar 700 oksigen konsentrator, lebih dari 170 tabung oksigen, dan pasokan medis lainnya.
“Belum ada jadwal dan waktu pengiriman masih diproses,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia kepada Anadolu Agency, Kamis.
Dilansir dari keterangan Kementerian Luar Negeri Australia, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. Australia memberikan bantuan kepada Indonesia yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.
"Dukungan Australia akan memperluas kapasitas tes cepat, mempertahankan layanan kesehatan yang ada, dan membantu fasilitas medis darurat di saat Indonesia menangani jumlah kasus yang terus meningkat,” kata Marise dalam keterangannya.
Australia berharap vaksin Covid-19 yang diberikan dapat membantu proses vaksinasi nasional di Indonesia. Menurut Marise, pemberian vaksin dalam rangka melanjutkan pengumuman Perdana Menteri Scott Morrison saat Pertemuan G7 untuk menyediakan setidaknya 20 juta dosis vaksin Covid-19 untuk kawasan Indo-Pasifik pada pertengahan 2022.
Marise mengungkapkan Australia terus mendukung Indonesia dalam menangani pandemi. Misalnya, Australia memberikan pinjaman senilai miliaran dollar ke Indonesia sejak awal pandemi, hingga berkontribusi melalui COVAX Facility untuk mendukung pengadaan vaksin Covid-19.
Indonesia Catat 38.391 Kasus BaruIndonesia mencatat sebanyak 38.391 kasus baru Covid-19, tertinggi selama pandemi Covid-19. Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, total kasus seluruhnya mencapai 2,41 juta.
Kasus kematian bertambah menjadi 852 yang merupakan catatan kedua tertinggi sejauh ini. Total pasien meninggal menjadi 63.760. Kasus sembuh bertambah 21.185 menjadi 1.994.573, sedangkan pasien yang dirawat atau menjalani isolasi mandiri berjumlah 359 ribu orang.
Jakarta juga melaporkan catatan kasus baru tertinggi sebanyak 12.974, dengan jumlah kasus aktif sebanyak 102 ribu. Indonesia juga tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan sejak Juni 2021 seiring dengan merebaknya varian Delta. Lonjakan ini menyebabkan fasilitas kesehatan mengalami krisis dan banyak pasien kesulitan mendapatkan perawatan.
Sebuah inisiatif warga sipil bernama LaporCovid-19 melaporkan setidaknya 265 pasien Covid-19 meninggal di luar rumah sakit sepanjang Juni hingga 2 Juli 2021 karena tidak mendapatkan akses ke rumah sakit, sedang mengantre di Instalasi Gawat Darurat, hingga tidak mendapatkan oksigen.
Pemerintah merespons situasi ini dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali hingga 20 Juli 2021. * Sumber:
Anadolu Agency(jak)