LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pusat penelitian yang berbasis di Washington, Amerika Serikat, Pew Research Center menyebutkan
populasi muslim dunia diperkirakan akan meningkat sekitar 35 persen dalam 20 tahun ke depan. Populasi muslim pada 2010 berjumlah 1,6 miliar dan diperkirakan akan menjadi 2,2 miliar pada 2030.
Secara global, populasi muslim diperkirakan tumbuh sekitar dua kali lipat dari populasi non-Muslim selama dua dekade mendatang. Di mana tingkat pertumbuhan populasi muslim secara tahunan rata-rata 1,5 persen, dibandingkan untuk non-muslim sekitar 0,7 persen.
Artinya, bila tren saat ini berlanjut, pemeluk Islam bakal mencapai 26,4 persen dari total 8,3 miliar populasi dunia di tahun 2030. Angka ini naik dari 23,4 persen dari perkiraan populasi dunia tahun 2010 sebesar 6,9 miliar.
Baca juga:
Masjid Syekh Karim al Makhdum Bukti Syiar Islam di FilipinaPertumbuhan Populasi Muslim di Berbagai Negara
Pew Research Center juga memproyeksikan 79 negara di dunia akan memiliki satu juta bahkan lebih penduduk Muslim di tahun 2030.
"Mayoritas Muslim dunia, sekitar 60 persen, berada di kawasan Asia-Pasifik. Sementara sekitar 20 persen tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara," kata Forum Agama dan Kemasyarakatan Pew Research Center, dikutip Senin (14/8/2023).
Pakistan diperkirakan akan melampui Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar. Peningkatan penduduk Islam juga diproyeksikan meningkat di sub-Sahara Afrika, yaitu Nigeria.
Sementara Eropa dan Amerika, Muslim akan tetap menjadi minoritas. Meski begitu, Pew Research Center juga menyebutkan penduduk Muslim akan mengalami pertumbuhan dari total populasi di benua tersebut.
Di AS, populasi Muslim diproyeksikan mengalami kenaikan dari 2,6 juta (2010) menjadi 6,2 juta pada 2030. Kenaikan ini berasal dari penduduk migran dengan tingkat kesuburan yang lebih tinggi dari rata-rata.
AS bakal memiliki jumlah Muslim yang lebih besar pada 2030 dibanding negara-negara Eropa selain Rusia dan Prancis.
Di Eropa secara keseluruhan, populasi Muslim diperkirakan akan tumbuh hampir sepertiga hingga 2030. Pertumbuhannya naik dari 6 persen di tahun 2010, menjadi 8 persen pada 2030.
Bila diproyeksikan secara absolut, populasi Muslim Eropa akan tumbuh menjadi 58,2 juta di 2030 dari 44,1 juta pada 2010.
Seperti halnya AS, kenaikan penduduk Muslim di Eropa dipengaruhi oleh migrasi yang terjadi terus menerus. Bahkan, dalam proyeksi Pew Research Center, populasi Muslim di sejumlah negara di Eropa Barat dan Utara akan mencapai peresentase dua digit.
Di Inggris, misalnya, umat Islam diperkirakan mencapai 8,2 persen dari populasi pada tahun 2030. Kemudian di Austria, pemeluk Islam diperkirakan mencapai 9,3 persen naik dari 5,7 persen di tahun 2010.
Swedia juga mengalami kenaikan menjadi 9,9 persen dari 4,9 persen (2010). Kenaikan populasi Muslim juga dialami Belgia, yang naik 10,2 persen dan Prancis 10,3 persen.
Pew Research Center menyebutkan sejumlah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan populasi Muslim dunia, yaitu tingkat kelahiran, angka kematian, migrasi, dan jumlah penduduk dalam berbagai kelompok umur.
Sementara faktor-faktor terkait, yang bukan masukan langsung ke dalam proyeksi tetapi mendasari asumsi penting pergeseran populasi Muslim antara lain, pendidikan khususnya wanita, standar hidup, kontrasepsi, urbanisasi, dan konversi agama.

(ori)