LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Pesantren awalnya didirikan sebagai pusat pendidikan keagamaan. Dalam perkembangannya, pesantren menjelma menjadi sentra pengembangan perekonomian masyarakat.
Seperti halnya di Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat yang memberikan kesempatan masyarakat berniaga di wilayah pesantren.
Peran tersebut juga ditunjukkan dengan mengadakan pameran UMKM bersama Pos Indonesia pada Jumat (25/8/2023). Pameran produk karya masyarakat sekitar, santri, dan lembaga pendidikan di wilayah Buntet Pesantren dan sekitarnya ini dikunjungi Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.
Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren KH Salman Al Farisi menyampaikan bahwa para pendiri Buntet Pesantren memang sejak dulu mendesain tidak sekadar menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pengembangan ekonomi.
Baca juga:
Rain Garden System, Solusi Berkelanjutan Lingkungan dan Ekonomi Sirkular"Buntet Pesantren dari dulu yang kita rasakan bahwa kiai-kiai Buntet Pesantren memang tidak sekadar hanya menjadikan Pondok Buntet Pesantren sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi yang diharapkan juga bisa meningkatkan perekonomian di wilayah pesantren dan sekitarnya," katanya kepada NU Online pada Jumat (25/8/2023).
Dengan itu, katanya, kehadiran Buntet Pesantren bukan saja memberikan bekal pendidikan moral dan keagamaan yang baik kepada segenap santri dan masyarakat, tetapi juga upaya untuk meningkatkan perekonomiannya.
"Sehingga pesantren hadir tidak sekadar hanya memberikan pendidikan keagamaan yang baik tetapi juga mengajari santri dan warga sekitar meningkatkan perekonomian," ujarnya.
Padahal, menurutnya, bisa saja para kiai Buntet Pesantren melakukan monopoli ekonomi di lingkungan pesantren dengan melarang para santrinya untuk membeli kebutuhan di luar pondok. Nyatanya, hal itu tidak terjadi. Para santri diberikan keleluasaan untuk membeli segala kebutuhan di luar pondok. Pun masyarakat diberikan akses untuk menjual segala macam kebutuhan para santri.
"Memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar. Santri tidak sekadar hanya sebagai keberkahan keluarga para kiai, tetapi juga untuk masyarakat sekitar," ujar kiai yang juga Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon itu.
Pada pameran UMKM tersebut, terdapat sejumlah produk yang dihasilkan masyarakat dan santri Buntet Pesantren dan sekitarnya. Muhammad Majdi, misalnya, yang menampilkan produk Liwetin.
"Liwetan ini diproduksi oleh Koperasi MANU Putra dengan melibatkan siswa sebagai pengembangan kewirausahaan," katanya.

Liwetin ini adalah bahan nasi liwet praktis yang cocok bagi seseorang yang sibuk dan tidak memiliki cukup waktu untuk memasak. Produk ini digunakan hanya dicampurkan dengan beras ke ricecoker siap untuk dimakan.
Selain itu, produk ini juga cocok untuk seseorang yang tengah berlibur ke puncak gunung atau camping, serta bagi yang mengadakan kegiatan. Sebab, penggunaannya yang praktis.
Melihat produk tersebut, Wapres KH Ma'ruf Amin tampak kaget karena mungkin baru baginya nasi liwet bisa dibuat praktis. "Beliau ekspresinya kaget, baru liat ada nasi liwet praktis hanya menanak nasi sudah jadi nasi liwet yang ribet itu," ujarnya.
(ori)