Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Tips Sukses Berbisnis dalam Ekonomi Syariah

mahmuda attar hussein Jum'at, 09 Juli 2021 - 12:49 WIB
Tips Sukses Berbisnis dalam Ekonomi Syariah
Ilustrasi tips menjalanakan ekonomi syariah. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar finansial dan praktisi ekonomi syariah, Adiwarman Azwar Karim memberikan beberapa tips agar sukses berbisnis dengan ekonomi syariah. Pesan ini dibagikannya saat diundang di Youtube SuccessBefore30. Menurutnya, ada beberapa hal yang seharusnya mudah dilakukan tapi luput dari perhatian.

Berikut 5 tips yang dibagikan Adiwarman Karim:

1. Yakin

Adiwarman menjelaskan, yakin di sini merupakan keyakinan seutuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Ia menyebutkan, termasuk urusan rezeki masing-masing orang sudah diatur oleh Allah. Setelah keyakinan ini sudah disematkan di dalam hati, maka wajib bagi pelakunya juga untuk melakukan kegiatannya dengan semaksimal mungkin.

“Lakukan sebaik mungkin kemampuan yang bisa kita lakukan, setelah itu serahkan semuanya kepada Allah. Jadi kita harus undang dan libatkan Tuhan dalam setiap urusan kegiatan kita,” jelasnya.

Hal ini juga dilakukan Erlan Radiansyah pemilik dari Bread John Pizza yang telah mengamalkan tips untuk yakin dan menyerahkan setiap urusan kepada Allah. Menurutnya, berbisnis tidak semata-mata melakukan hubungan jual-beli antar manusia, melainkan juga perlunya melakukan bisnis dengan Tuhan.

“Kita boleh punya bisnis, usaha dan pekerjaan. Tapi semua yang kita lakukan, jangan lupa untuk urusan kita di akhirat. Setelah meninggalkan dunia, semuanya selesai, lantas apa yang mau kita bawa. Kita hanya membawa tanggung jawab yang telah kita lakukan selama hidup, termasuk amal soleh, amal kebaikan, sedekah dan lainnya,” ungkap Erlan di Youtube Kisah Tanpa Batas.

2. Cerdas

Kecerdasan merupakan hal wajib yang perlu dimiliki oleh setiap orang. Selain itu, cerdas juga menjadi modal awal untuk melakukan usaha dan berbisnis sesuai dengan syariah. Keyakinan tidak lengkap jika seseorang juga tidak memiliki kemampuan dan pemahaman cukup terhadap apa yang mereka kerjakan.

“Urusan percaya mah percaya, yakin mah yakin, iman ya iman. Tapi kita harus juga cerdas, kalau tidak cerdas hidup kita susah aja dah,” tutur Adiwarman.

Menurutnya, seseorang yang tidak menguasai bidang yang dilakoninya akan menimbulkan kesusahan sendiri. Sehingga, bekal ilmu juga menjadi penting dalam kegiatan ekonomi syariah.

3. Jujur

Jujur memiliki makna yang luas dalam hal ini. Sebab, kejujuran erat kaitannya dengan rasa kepercayaan yang tidak hanya dibutuhkan oleh diri sendiri, tapi juga orang lain.

Dalam berbisnis, tentu ada keterlibatan antara seseorang dengan orang lainnya. Dalam jual-beli, hubungan ini terjadi tidak hanya antara penjual dan pembeli saja. Lebih luas, ada keterlibatan antara penjual dengan investor, distributor. Bahkan pembeli dengan calon pembeli lainnya.

“Jujur itu diperlukan untuk menimbulkan rasa kepercayaan terhadap hubungan dengan orang lain. Kalau kita tidak jujur, orang juga pasti tidak suka,” ucapnya.

4. Tidak Hanya Soal Keuntungan

Rasulullah SAW bersabda khoirunnas anfauhum linnas, yang jika diterjemahkan berarti manusia paling baik adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.

“Ngapain kaya sendirian ga enak. Ngapain pinter sendirian ga enak. Ngapain masuk surga sendirian, ga enak. Yang enak ajak rame-rame orang biar kaya, biar rame orang buat pinter, dan ajak orang rame-rame buat masuk surga,” ujarnya.

Adiwarman mengatakan, yang terpenting pada poin ini adalah dengan membantu mereka yang membutuhkan. Semuanya bisa dilakukan dengan cara memperbanyak sedekah, infak dan membantu sesama. Bagi mereka yang kesulitan membantu dengan uang, lanjut Adiwarman, bisa dilakukan dengan membantu orang lain dengan tenaganya.

Sementara Erlan yang sempat jatuh bangun mendirikan usaha bakerinya ini juga menyebutkan perlunya memberikan sesuatu yang terbaik dari apa yang dimiliki. Bahkan bisa memulai dari hal kecil dengan memasukkan uang ke dalam kotak amal meski tidak dengan nominal besar.

“Walaupun uang kita hanya 50 ribu di dompet dan dimasukkan ke kotak amal, tidak berarti uang kita habis, tidak akan. Pasti dijamin sama Allah diganti, bisa dengan saat itu juga atau pun digantikan dengan keberkahan, kesehatan dan macam-macam,” jelas Erlan.

Erlan menambahkan, baginya rezeki bukan hanya soal uang. Rezeki menurutnya punya makna dan cakupan pengertian yang luas. Termasuk pada kesehatan, keselamatan, keberkahan.

“Secuil kenikmatan surga yang kita dapatkan di dunia itulah rezeki,” imbuhnya.

5. Tidak Lupa Berterima Kasih dan Bersyukur

Menurut Adiwarman, kesuksesan dalam syariah tidak semata-mata hanya berupa kepintaran dan kehebatan dalam sebuah bidang. Kesuksesan bisa diraih salah satunya dari orang lain yang memiliki peran membantu disaat dalam masa sulit atau pun senang.

“ManLam Yaskurinnas lam yaskurillah, ini berarti siapa-siapa yang tidak dapat berterima kasih kepada manusia, maka pada hakikatnya dia tidak bersyukur kepada Allah,” jelasnya.

Pria berambut dan berjenggot putih ini menjelaskan, bahwasannya umat tidak bisa disamakan dengan nabi dan rasul. Di mana suatu keadaan masalah, pertolongan tidak langsung didapatkan tiba-tiba dari Allah.

"Kita orang biasa, cara Allah menolong kita dengan menggerakkan hamba-hambanya yang lain, juga makhluk-makhluknya untuk menolong kita,” jelasnya.

Hal ini juga sejalan dengan prinsip yang dilakukan Erlan dalam meniti usahanya. Ia menyebutkan agar setiap orang bisa menanamkan kejujuran dan kebaikan.

Selain itu, selalu berpositive thinking dan meyakini keselamatan dan keberkahan dari Tuhan akan datang.

“Di mana pun kita berada Allah pasti kirim orang untuk menyelamatkan kita, pasti itu,”tutupnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)