LANGIT7.ID, Jakarta - Dewasa ini profesi sebagai pengusaha lebih diminati, khususnya generasi milenial. Namun, kebanyakan usaha yang ada dijalankan dengan niat kurang tepat, yakni mendapatkan keuntungan semata.
Sehingga banyak pengusaha, khususnya muslim menjalankan usahanya tanpa mengedepankan prinsip syariat Islam. Padahal penting bagi muslimpreuneur memahami bagaimana bisnis yang Islami.
Ustadz Dwi Condro Triono mengatakan, tujuan hidup seorang muslim bukan untuk menjadi kaya di dunia, melainkan menjalankan ibadah sesuai aturan dengan pengharapan surga milik Allah.
Kaitannya dalam bisnis, salah satunya pelaku usaha perlu mengetahui sistem ketenagakerjaan yang dilakukan sesuai syariat dan tidak asal-asalan.
“Bisnis Anda tidak berkembang, jangan-jangan karyawan Anda tersiksa dan tidak bahagia. Ingat, ‘Berikan upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.’ (HR. Ibnu Majah),” ujarnya di blog pribadinya
dwicondrotriono.com, dikutip Kamis (2/9).
Ustadz yang biasa berdakwah seputar bisnis syariah ini menuturkan, seseorang muslimpreuneur yang tidak memahami perkara muamalah sesuai syariat adalah mereka yang enggan untuk belajar dan mencari tahu.
Apalagi, saat ini banyak kemudahan yang menghadirkan pembelajaran terkait sistem muamalah sesuai syariat Islam.
Salah satunya adalah Mini Ecourse atau kursus kecil yang dihadirkannya sebagai upaya memberikan pembelajaran terkait perkara ini.
Ia menyebutkan, melalui kursusnya muslimpreuneur diharapkan dapat mengetahui seputar ketenagakerjaan sesuai syariat yang mencakup, definisi, hukum, dan kontrak kerja syariah.
“Materi ini diberikan dalam beragam bentuk, seperti audio, slide powerpoints, ebook, dan beberapa contoh yang berkenaan dengan topik tersebut. Selain itu, agar pesan tersebut bisa dengan mudah dijangkau, maka akan dikirimkan via whatsapp,” ujarnya.
Alasan yang selama ini banyak diutarakan para muslimpreuneur, lanjut Dwi, adalah sulitnya memahami literasi yang bersumber dari Qur’an dan Hadits. Melalui kursusnya ini, ia menuturkan telah berupaya merangkum berbagai aturan Islam yang bersumber dari Qur’an dan Hadits tersebut sehingga lebih mudah dipahami.
“Belajar seperti mendengarkan ceramah. Ini adalah investasi jangka sangat panjang yang InsyaAllah akan menjadi amalan dakwah jariyah,” ujarnya.
Keberhasilan bisnis syariah adalah mengubah semua kebiasaan berbisnis, termasuk kehidupan pribadi yang sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah. Sehingga Inti dari bisnis syariah, imbuhnya, bukan seberapa banyak rupiah yang didapatkan, melainkan seberapa baik proses yang dijalankan.
Untuk itu, Dwi menyarankan bagi muslimpreuneur agar memiliki bekal pengetahuan bisnis sesuai syariah.
(arp)