LANGIT7.ID - Komunitas pecinta Al-Quran terus bermunculan. Umumnya mereka mengajak masyarakat agar bisa cepat menghafal Al-Quran. Caranya bermacam-macam, baik tatap muka secara langsung, atau lewat media lain alias online.
Seolah tak mau tergilas oleh perkembangan teknologi dari hari ke hari, banyak komunitas yang mengembangkan tahfiz online. Salah satunya Komunitas Tahfidz Online (TO) melalui program menghafal Al-Quran secara online menggunakan media WhatsApp. Tahfidz Online merupakan salah satu program dari Yayasan Indonesia Berkah yang memfasilitasi siapa saja yang ingin menghafal Quran tetapi terkendala oleh kesibukan, jarak dan waktu.
Komunitas Tahfidz Online yang didirikan oleh Ustaz Ikhsan Malik pada lima tahun silam ini memiliki metode yang mudah diterima oleh semua kalangan. Mereka rutin berkegiatan setiap pukul 00.00 WIB. Pada waktu itu hampir seluruh anggota komunitas atau biasa disebut santri menyetorkan hafalannya. Anggota komunitas ini bukan hanya berasal dari Indonesia, melainkan negara- negara lain, seperti Malaysia, Korea, Jepang, Singapura, India, Arab Saudi, Hong Kong, Belanda, Amerika, Inggris, Belgia, dan lainnya. Karena itu, waktu setoran dapat disesuaikan dengan waktu di masing-masing negara.
Tahfidz Online ini cukup berbeda dengan komunitas lain. Di Tahfidz Online, sesama santri diharuskan saling mengenal termasuk para pengajarnya. Selain itu, para santri memiliki target menyetor hafalan di awal waktu atau dikenal dengan istilah Lintasan Awal (LA), yakni pada pukul 03.00 WIB. "Rasakan kenikmatannya (menyetor hafalan di awal waktu). Yang terpenting nilai adab adalah yang utama karena Tahfidz Online sangat mengedepankan adab sebelum ilmu," bunyi keterangan dalam laman resmi tahfidzonline.com.
Lalu bagaimana proses menghafalnya? Untuk jenis mushaf, para santri disarankan untuk menggunakan Mushaf Utsmani (Qiro’ah Imam ‘Ashim Hafs) yang terdiri dari 15 baris per halaman. Kemudian, hafalan akan dimulai dari juz yang dipilih (1 atau 30). Para santri dianjurkan untuk memilih juz 30. Lalu akan dibentuk grup (halaqah) untuk memudahkan proses menghafal. Ada pula halaqah kecil, tempat setoran hafalan para santri.
Setiap halaqah kecil diamanahi seorang musyrif atau musyrifah yang bertugas menyimak dan mengoreksi hafalan santri. Sementara halaqah besar, tempat berkumpulnya semua santri dari berbagai halaqah kecil untuk saling bertegur sapa, memberikan motivasi dan juga sebagai pusat informasi.
Dari segi kuantitas dan waktu, para santri ditarget minimal setoran hafalan satu baris dan maksimal satu halaman per hari. Setoran dimulai dari pukul 03.00 pagi sampai 10.00 malam. Untuk mekanisme hafalan, setoran dilakukan menggunakan voice note WhatsApp dengan format: Juz – Halaman – Baris – Nama. Contoh: J30 – H582 – B1-15 – Fulan.
Salah satu kendala terbesar para penghafal Al-Quran adalah mudah lupa. Maka komunitas ini mewajibkan para santri untuk muroja'ah (mengulang hafalan). Muroja’ah pekanan dilakukan setiap hari Sabtu dan Ahad yang dilakukan berpasangan sesama santri di dalam halaqah kecil.
Ada pula imtihan (ujian) pekanan. Setiap pekan akan diadakan ujian berupa lisan dan tulisan. Sedangkan mulai periode 30, ujian pekanan digantikan dengan #TahfidzOnlineChallenge. Imtihan akbar, pada akhir periode akan diadakan ujian akhir berupa lisan dan tulisan yang akan menentukan lulus atau tidaknya ke periode berikutnya.
Tapi ingat, nilai adab dan keaktifan yang utama. Persyaratan untuk menghafal di komunitas ini hampir sama dengan komunitas tahfidz pada umumnya. Misalnya, meluruskan niat menghafal hanya untuk Allah Ta'ala, menyiapkan tenaga, pikiran, waktu, dan penunjang lainnya. Selain itu, diperlukan dukungan keluarga. Hal tak kalah penting pastinya adalah koneksi internet. Para santri juga diminta untuk berjamaah dalam proses menghafal.
![Teknik Asyik Menghafal Al-Quran Ala Komunitas Tahfidz Online]()
"(ilustrasi anak mengaji. foto:LANGIT7.ID/iStock)"
Teknik menghafalUntuk teknik menghafal, pertama, memahami makna ayat. Memahami terlebih dulu ayat-ayat yang akan dihafal. Dapat menggunakan Al-Quran terjemah namun lebih disarankan menggunakan kitab tafsir.
Kedua, membaca ayat. Membaca berulang-ulang ayat yang akan dihafal. Sebagian penghafal mengulangnya sebanyak 35 kali sebelum mulai menghafalkannya. Ketiga, mendengarkan ayat. Teknik ini hampir sama dengan membaca yaitu dengan mendengarkan berulang-ulang ayat yang akan dihafal. Dapat dilakukan menggunakan audio player.
Keempat, menulis ayat. Metode menulis ayat-ayat yang akan dihafal sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh ulama zaman dulu. Hal ini membantu menguatkan daya ingat hafalan. Caranya dengan menuliskan ayat yang akan dihafal secara berulang-ulang sampai melekat.
Sebagai penyemangat, para santri yang berhasil menyetor hafalan tepat waktu akan mendapatkan poin. TO selalu berusaha membuat inovasi untuk menjaga semangat menghafal para santrinya. Untuk menjaga hafalan maka diperlukan lingkungan yang mendukung, salah satunya dengan komunikasi yang intensif.
Para guru dan penguji harus aktif berkomunikasi dengan santri lainnya di grup yang bernama halaqah besar atau grup berkumpulnya semua santri, kata dia. Selain penanaman ukhuwah, komunitas ini juga menerapkan sistem Iman- Adab-Ilmu-Amal. Maksudnya, ketika seseorang ingin menuntut ilmu dan ingin memperoleh keberkahan ilmu, harus diawali dengan baiknya adab dan akhlak. Hal ini harus dilakukan oleh seluruh santri, baik ke sesama santri, maupun ke para musyrif atau guru.
Melalui akun instagram @tahfidzonline_indonesia, komunitas ini selalu mengunggah prestasi dan pencapaian para santri. Selain itu, ada pula tips-tips seputar menghafal seperti cara menghilangkan kantuk saat menghafal, teknik asyik menghafal Al-Quran, mengatasi rasa malas untuk muroja'ah, panduan murojaah bagi santri yang khatam, dan banyak lagi tips lainnya.
Komunitas ini tak hanya mengajak santri untuk menghafal Al-Quran, tapi mereka juga diajak untuk mengamalkan kandungannya. Salah satunya bersedekah.
Di akun instagram mereka, terdapat banyak dokumentasi foto yang memperlihatkan saat mereka berbagi makanan untuk masyarakat kurang mampu. Seperti pada Ramadan 1442 H, mereka aktif membagikan makanan berbuka puasa dan sahur.
Ada pula paket lebaran untuk masyarakat kurang mampu. Geliat komunitas Tahfidz Online ini mengingatkan kita pada sebuah hadis yang diriwayatkan Utsman bin Affan,
"Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, 'Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya". (HR Bukhari).
(sof)