LANGIT7.ID-, Jakarta- - Duo desainer pakaian pria, Serhat Isik dan Benjamin Huseby, membuktikan fesyen bukan hanya soal estetika. Bagi keduanya, fesyen bisa menjadi alat ekspresi yang kuat, bahkan pernyataan politik.
Melalui brand GmBh, Isik dan Huseby menutup rangkaian Paris Men's Fashion Week edisi Menswear Fall-Winter 2024, Ahad (21/1/2024), secara mengejutkan.
Keduanya menyatakan pro Palestina sekaligus menyerukan gencatan senjata lewat koleksi terbarunya.
Dalam industri yang sering kali terlepas dari isu-isu global, koleksi GmbH menjadi pengingat yang menyentuh bahwa di luar kemewahan pekan mode, jutaan orang menghadapi kenyataan pahit berupa genosida di Gaza.
Duo desainer ini membuka pagelaran fesyen dengan pidato yang kuat dengan menceritakan latar belakangnya sebagai imigran dan agama mereka.
“Kami menyerukan gencatan senjata, pembebasan semua sandera, kemerdekaan Palestina, dan diakhirinya pendudukan,” kata I??k dan Huseby yang menekankan tuntutan itu sebagai seruan keadilan.
Baca juga:
Rayakan Anniversary ke-13, Irwansyah Bangun Villa untuk Zaskia SungkarKeberanian mereka selaras dengan wawancara pada 2018 lalu, di mana I??k dan Huseby mengaku tidak takut untuk berpolitik, bahkan lewat fesyen.
“Tidak, karena kami tertarik pada kemungkinan politik dan formal dari fashion sebagai media pertukaran antar budaya.” kata keduanya saat diwawancara tahun 2018 silam, seperti dikutip Mille World, Selasa (23/1/2024).
Dalam koleksi terbarunya, GmBh mengangkat keffiyeh, kain kotak-kotak dengan warna-warna pada bendera Palestina. Keffiyeh sendiri melambangkan sejarah, jalur perdagangan, hingga perjuangan rakyat Palestina.
Desainer yang terinspirasi Vivienne Westwood dan Alexander McQueen ini, merilis kaos bergambar semangka, simbol perlawanan Palestina, hoodies yang menggunakan logo PBB yang digelapkan, jaket asimetris, hingga hiasan kepala.
Tiap koleksi dirancang dengan cermat dan disesuaikan dengan musik Arab yang sentimental sebagai pengiring peragaan busana.
Koleksi tersebut merupakan contoh modern akan fesyen dalam bentuk seni yang dimanfaatkan sebagai alat berkomentar sosial juga politik. Kehadiran koleksi GmBh mengingatkan dunia bahwa saat ini, bahkan selama acara pekan mode Paris, jutaan orang masih terusir secara paksa, dibunuh, kelaparan dan dalam keadaan yang mengerikan.
Pertunjukan baru-baru ini mengingatkan kita pada masa mendiang ikon Inggris Vivienne Westwood dan Malcolm McLaren, duo ini mengilhami semua koleksi mereka dengan pernyataan politik.
Sejak Westwood dan McLaren membuka toko mereka di Kings Road, mereka menghidupkan gerakan punk, menanamkan pernyataan politik yang mendalam pada setiap karya.
Sejak saat itu, runway-nya tidak hanya sekedar memamerkan pakaian, tapi juga menjadi platform untuk perbedaan pendapat, diskusi, dan refleksi.
(ori)