LANGIT7.ID-, Jakarta- - Forum Rektor Indonesia (FRI) mendeklarasikan pemilu aman dan damai . Naskah deklarasi dibacakan Ketua FRI 2023-2024 Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sabtu (3/2/2024).
Deklarasi tersebut, merupakan bagian dari upaya menyerukan pemilu aman dan damai mensukseskan pesta demokrasi yang tinggal menghitung hari itu.
Seruan tersebut ditandatangani jajaran pimpinan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selanjutnya, juga Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Universitas Mataram (Unram), dan masih banyak lagi.
Baca juga:
Mahasiswa MBKM Unesa Hasilkan 1.302 Karya dan Catatkan Rekor MuriDalam deklarasinya, FRI menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan. FRI mengajak seluruh warga negara Indonesia agar menggunakan hak pilihnya dan tidak terbelah hanya karena perbedaan pandangan dan pilihan politik.
“Seruan ini ialah bentuk komitmen dan dukungan perguruan tinggi dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucap Cak Hasan, panggilan Nur Hasan.
Adapun poin-poin deklarasi pemilu aman dan damai Forum Rektor Indonesia tertanda rektor berbagai perguruan tinggi sebagai berikut:
Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara persatuan Republik Indonesia, Forum Rektor Indonesia menyerukan
1. Mengajak segenap komponen bangsa untuk menyukseskan pemilu 2024 yang aman dan damai;
2. Menolak segala bentuk upaya provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan serta tindakan yang mencederai pesta demokrasi;
3. Bersama sama menangkal berita hoax dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu jalannya Pemilu 2024;
4. Warga negara yang mempunyai hak pilih agar gunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani dan tidak golput serta kita harus menghargai perbedaan pilihan setiap orang;
5. Kampus bukan tempat memecah belah sebaliknya kampus menjaga kondusivitas dan turut memberikan edukasi kepada komponen bangsa demi terciptanya pemilu yang jujur adil aman dan damai
(ori)