LANGIT7.ID-, Surabaya- - Mohammad Turi mempersembahkan kado terindah untuk keluarga besar pada hari wisudanya. Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan IPK 4.00 dalam gelaran Wisuda ke-109, baru-baru ini.
Pria yang akrab disapa Turi itu menceritakan perjuangannya bisa lulus cepat 1,4 tahun dengan capain terbaik program magister (S-2) prodi Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK).
Dia merupakan putra dari kalangan yang berkecukupan. Apalagi, sejak usia tiga bulan dia sudah ditinggal orang tua dan besar dalam asuhan sang nenek. Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuatnya harus berjuang agar bisa kuliah, dari sarjana hingga magister.
Agar bisa memenuhi kebutuhan hidup selama kuliah, Turi dipaksa membagi waktu kuliah, belajar dan mencari pemasukan dengan aktif mengikuti event olahraga regional hingga nasional.
“Selama berkuliah, saya juga diajak dosen-dosen untuk garap riset dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dari situ saya juga bisa belajar dan menambah pengalaman," bebernya.
Baca juga:
Kisah Bapak dan Anak Wisuda Bareng di UIN Walisongo SemarangKendati banyak kegiatan, Turi tidak mudah menyerah. Justru dia memanfaatkan waktu sempitnya untuk mendalami mata kuliah dan ilmu keprodiannya. "Kadang saya merasa capek bangat, tetapi mau bagaimana lagi, ada impian yang harus saya capai," tukasnya.
Pria yang menulis tesis tentang “Pengembangan Model Latihan Daya Tahan Aerobic untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama” itu memiliki belasan karya penelitian maupun publikasi yang terindeks Sinta dan Scopus.
Selain dorongan cita-citanya, kesuksesan perjalanan studinya tidak lepas dari dorongan teman-teman dan dosen-dosennya di kampus. Pria kelahiran Sampang itu mengaku terinspirasi dari sejumlah dosen dan guru besar FIKK.
"Ada banyak sekali dosen atau guru besar inspirasi saya di kampus, dari mereka saya mendapatkan banyak wawasan dan suntikan motivasi yang membuat saya harus terus belajar dan meraih cita-cita setinggi-tingginya," ungkap Turi.
Semua perjuangan dan kerja Turi terbayar lunas dengan berbagai capaian membanggakan baik saat meraih gelar sarjana maupun magister. Bahkan, di hari wisudanya itu, Turi mendapat tawaran beasiswa S-3 di UNESA sekaligus sedang mempersiapkan beasiswa kuliah di luar negeri.
"Bisa sampai di titik ini sebenarnya karena kerja keras, komitmen, konsistensi, disiplin, berpikiran ke depan dan fokus pada diri sendiri. Itu rahasia versi perjuangan saya. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah mendukung selama ini," tutupnya.
(ori)