LANGIT7.ID, Palembang - Bendungan Tiga Dihaji bakal dibangun di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pemerintah provinsi setempat sudah merencanakan bendungan raksasa ini sebagai destinasi wisata baru.
Selain pariwisata, bendungan yang terletak di Desa Sukabumi, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan, bermanfaat untuk pembangkit listrik, konservasi Sumber Daya Alam (SDA), pengendalian banjir, pemenuhan kebutuhan air irigasi, serta pemenuhan kebutuhan air beku.
Gubernur Sumsel Herman Deru, berharap proyek bendungan senilai Rp3 triliun dan juga merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dapat segera dirampungkan pembangunannya.
“Tentu itu bisa jadi objek wisata baru di OKU Selatan. Kita juga akan mengusulkan akses jalan baru sejauh 7 Km yang menghubungkan bendungan ini ke Danau Ranau. Sehingga tempat ini nantinya bisa menjadi kawasan wisata alternatif,” ujarnya, Jumat (3/9).
Baca juga:
Desa Wisata Undisan, Ada Hidden Green CanyonDia pun meyakini keberadaan bendungan tersebut nantinya akan memberikan dampak besar dalam memperkokoh Bumi Sriwijaya sebagai lumbung pangan nasional.
“Bendungan Tiga Dihaji yang akan menjadi bendungan satu-satunya di Sumsel tersebut juga berfungsi sebagai bendungan multi purpose untuk mengaliri lahan irigasi baru seluas 25.423 hektare,” kata dia.
Bahkan, dirinya optimis Sumsel segera jadi provinsi penghasil pangan yang diperhitungkan di Indonesia. Mengingat mega poryek bendungan tersebut merupakan proyek strategis nasional.
“Kita konsisten untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya beras. Bendungan ini nantinya dapat menyuplai air secara konstan ke berbagai kabupaten yang terdapat lahan pertanian,” ucap dia.
Pembangunan bendungan tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu jawaban dari keluhan para petani terkait pengairan untuk lahan pertanian. Sebab, bendungan itu akan mengairi 15 ribu hektare lahan cetak sawah baru.
Baca juga:
Jokowi: Manajemen Air dari Hulu-Hilir Mampu Tingkatkan Intensitas Tanam“Namun, kita juga harus terus bersinergi. Selain itu, bendungan tersebut juga nantinya mampu menampung sedikitnya 105 juta meter kubik air,” ungkap dia.
Selain Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan, saat ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR pun tengah membangun infrastruktur irigasi berupa bendung dan saluran irigasi di Kota Pagaralam.
“Dimana, jaringan irigasi Lematang yang berfungsi untuk melengkapi bangunan utama Bendung Lematang yang telah selesai pada tahun 2019 lalu,” tutup dia.
(sof)