Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 30 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti: Menjadi Manusia Bertakwa (seri-2)

nabil Jum'at, 22 Maret 2024 - 04:13 WIB
Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti: Menjadi Manusia Bertakwa (seri-2)


LANGIT7.ID-Manusia adalah makhluk Allah Swt. yang sempurna. Ada tiga kesempurnaan manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk Allah Swt. yang lainnya. Pertama, Kesempurnaan fisik. Allah Swt. berfirman di dalam surah At-Tin [95]: 4

‎لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (Qs. At-Tin [95]: 4

Kedua, kesempurnaan dari proses penciptaan. Allah Swt. menciptakan manusia sebagai makhluk jasmani dan ruhani. Sebagaimana disebutkan di dalam surah Al-Hijr [15]: 29 dan Shad [38]: 72 Allah Swt. meniupkan ruh ke dalam jasad manusia yang dengannya mereka menjadi makhluk yang sempurna.

فَإِذَا سَوَّيْتُهَ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِي فَقَعُوْا لَهَ سُجِدِيْنَ

Apabila Aku telah menyempurnakan (penciptaan)- nya dan meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, tunduklah kamu kepadanya dalam keadaan ber- sujud." (Qs. Shad [38]: 72)

Ketiga, Allah Swt. memberikan kepada manusia potensi akal, kalbu, dan nafsu. Sejalan dengan itu, Allah Swt. memberikan kepada manusia potensi keburukan dan kebaikan. Allah Swt. berfirman di dalam surah Asy-Syam [91]: 7-8.

فَالْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْونَهَا وَنَفْسٍ وَمَا سَوهَا

Dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya, lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. (Qs. Asy-Syam [91]: 7-8)

Kata nafs di dalam ayat tersebut diterjemahkan dengan jiwa. Akan tetapi dalam pengertian luas, nafs memiliki tiga pengertian. Pertama, nafs yang berarti nyawa yang menjadi penanda kehidupan manusia. Kata nafas dalam bahasa Indonesia berasal nafs. Manusia dinyatakan masih hidup apabila masih bernafas. Di dalam Alquran surah Ali Imran [3]: 185 disebutkan:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيمَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيُوةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (Qs. Ali Imran [3]: 185

Kedua, nafs berarti manusia dengan sifat-sifat kejiwaannya yang unik, berbeda dengan manusia yang lainnya. Manusia sebagai individu. Karena itu, jika manusia bersikap mementingkan diri sendiri disebut "nafsi-nafsi".

Ketiga, nafs berarti dorongan untuk manusia melakukan suatu perbuatan. Dorongan itu ada yang baik dan ada pula yang tidak baik. Alquran menyebut ada tiga nafsu yaitu nafsu amarah (Qs. Yusuf [12]: 53), nafsu lawwamah (Qs. Al-Qiyamah [75]: 2), dan nafsu al-Muthmainnah (Qs. Al-Fajr [89]: 27). Nafsu Amarah dan lawwamah mendorong manusia berbuat yang tidak baik. Sedangkan nafsu muthmainnah mendorong manusia berbuat baik, perbuatan yang diridai Allah Swt.

Di dalam Tafsir Al-Muntakhab dijelaskan bahwa Allah Swt. menjadikan dan menyempurnakan penciptaan manusia dengan kekuatan di dalamnya. Allah Swt. mengenalkan kebaikan dan keburukan kepadanya serta memberikan kemampuan untuk melakukan salah satu yang diinginkan dari kedua hal itu.

Takwa adalah potensi dan kecenderungan untuk manusia berbuat baik. Hal demikian karena Allah Swt. menciptakan manusia dengan fitrah keagamaan (fitrah diniyyah). Menurut Alquran, ketika masih dalam alam arwah, Allah Swt. membuat perjanjian dengan manusia tentang siapa Tuhan yang mereka sembah. Dan, manusia menjawab bahwa Allah Swt. adalah Tuhan mereka. Allah Swt. berfirman di dalam surah Al-A'raf [7]: 172.

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غُفِلِينَ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya ter- hadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab,

"Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, "Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini," (QS. Al-A'raf [7]: 172)

Menurut ayat tersebut, manusia lahir ke dunia dalam keadaan beragama Islam. Nurcholis Madjid menyebut sebagai primordial agreement antara manusia dengan Tuhan. Ajaran Alquran ini berbeda dengan pandangan para sarjana Barat. Berbagai kajian dalam neurosains menunjukkan bahwa dalam diri manusia, khususnya otak, terdapat unsur yang mendorong manusia pada kehidupan spiritual. Akan tetapi hal itu tidak merujuk pada agama tertentu.

(Beragama merupakan fitrah, maka manusia memiliki kecenderungan alamiah untuk bertauhid dan cenderung kepada kebaikan.)

Karena beragama merupakan fitrah, maka manusia memiliki kecenderungan alamiah untuk bertauhid dan cenderung kepada kebaikan.

Manusia adalah makhluk berakal yang dengan akal itu mereka dapat membedakan, memilah, dan memilih kebaikan dan menjauhi keburukan.

Dalam pengertian bahasa, fitrah berarti al-tabiah al-salimah (tabiat yang baik). Karena itu, sesuai fitrahnya, manusia adalah makhluk yang baik. Manusia akan berbahagia dan tenang dengan berbuat baik dan merasa menderita apabila berbuat dosa.

Ketika menjelaskan tentang dosa, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa dosa adalah perbuatan yang membuat manusia tidak tenang dan takut apabila diketahui orang lain.

Walaupun banyak sekali kritik terhadap agama, ternyata sebagian besar manusia menyatakan dirinya beragama. Survey Pew Research Center menunjukkan lebih dari 80 persen manusia percaya kepada agama. Penelitian juga menunjukkan bahwa agama merupakan salah satu sumber kebahagiaan, dan bahwa manusia yang beragama hidupnya lebih berbahagia dibandingkan dengan mereka yang tidak beragama.

Allahu 'alam (bersambung)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 30 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)