Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 30 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Buku Prof Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa. (Seri 4)

nabil Ahad, 24 Maret 2024 - 11:08 WIB
Dari Buku Prof Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa. (Seri 4)


LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia bertakwa adalah beriman kepada Allah Swt. Di dalam Alquran surah Al-Baqarah [2]: 177 disebutkan bahwa mereka yang bertakwa dan benar keimanannya adalah manusia yang beriman kepada Allah Swt. dan Hari Akhir.

‎لَيْسَ الْبِرَّانْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلْئِكَةِ ج وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيِّنِ

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi- nabi. (Qs. Al-Baqarah [2]: 177)

Secara bahasa, kata iman berasal dari kata amana yang berarti percaya. Dari kata amana dibentuk kata aman yang berarti aman (inggris: save, secure). Dalam bahasa bahasa Indonesia, aman (kata sifat) memiliki lima pengertian: (1) bebas dari bahaya; (2) bebas dari gangguan; (3) terlindung atau tersembunyi, tidak dapat diambil orang; (4) pasti, tidak meragukan, tidak mengandung resiko; (5) tenteram, tidak merasa takut atau khawatir.

Di dalam Alquran disebutkan barang siapa yang beriman kepada Allah Swt. dan tidak berbuat zalim (musyrik), maka dia akan hidup tenteram.

Dari kata amana dibentuk kata amanat. Di dalam Alquran kata amanat disebutkan sebanyak enam kali. Amanat sekurang-kurangnya memiki empat pengertian: kepercayaan (trust), tanggung jawab (responsibility), beban (duty), dan kemampuan (competence).

Dalam bahasa Indonesia kata amanat mengandung pengertian: (1) pesan, perintah dari atas; (2) keterangan (dari pemerintah); (3) wejangan (dari orang terkemuka); (4) keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep atau perasaan yang ingin disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima oleh pendengar atau pembaca; (5) gagasan yang mendasari karya sastra, pesan yang ingin pengarang sampaikan kepada pembaca atau pendengar.

Dalam kajian Ilmu Kalam, iman berarti membenarkan di dalam hati, mengikrarkan secara lisan, dan meng- amalkan dalam tindakan nyata. Beriman kepada Allah Swt. berarti meyakini, membenarkan, dan mengakui bahwa Allah Swt. adalah satu-satunya Tuhan dengan zat, sifat, dan perbuatan.

Keyakinan dan pengakuan itu diikrarkan atau dibuktikan (syahadat) dengan lisan. Seorang yang beriman bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Swt. Di dalam Alquran surah Al-A'raf [7]: 172 disebutkan bahwa sejak masih dalam alam arwah, manusia telah berikrar bahwa Allah Swt. adalah Tuhan mereka:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوْا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غفلين

(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami melakukan- nya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, "Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini," (Qs. Al-A'raf [7]: 172)

Sejalan dengan ayat tersebut, di dalam Hadis disebutkan bahwa manusia lahir ke dunia dalam keadaan fitrah beragama Islam.

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَحِّسَانِهِ رواه البخاري ومسلم عن ابى هريرة

Tiadalah seorang anak lahir kecuali dalam keadaan fitrah (Islam). Orang tuanya (bisa) menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.

Jadi, kalau dalam kehidupan sehari-hari seseorang bersyahadat sebagai tanda bukti bahwa dia beragama Islam, sesungguhnya itu hanyalah merupakan formalitas atau pencatatan administrasi kependudukan belaka.

Aspek ketiga dari iman adalah membuktikan apa yang diyakini dan dikatakan dalam perbuatan atau amal. Di dalam Alquran terdapat lebih dari 60 ayat dimana kata amanu diikuti dengan amilu al-salihat. Di antaranya disebutkan di dalam surah al-Ashr [103): 1-3:

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّلِحْتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa (1) sesungguhnya manusia itu dalam kerugian (2) kecuali mereka yang beriman dan beramal shalih serta berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran.

Selain merupakan ciri manusia bertakwa, beriman kepada Allah Swt. juga merupakan fondasi dari perilaku bertakwa. Terdapat banyak ayat Alquran yang berisi perintah agar orang-orang yang beriman agar bertakwa kepada Allah Swt. Di antaranya, surah al-Hasyr [59]: 18.

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al-Hasyr [59]: 18)

Orang-orang yang beriman senantiasa optimistis dalam menghadapi berbagai kesulitan. Optimisme merupakan pembeda antara orang yang beriman dengan orang kafir.

يُبَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوْسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَأْيْتَسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللَّهِ إِنَّهَ لَا يَأْيْتَسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَفِرُوْنَ

Wahai anak-anakku, pergi dan carilah berita tentang Yusuf beserta saudaranya. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir (Qs. Yusuf [12]: 87)

Dengan beriman kepada Allah Swt. manusia memiliki landasan hidup yang kokoh karena senantiasa terikat dengan Allah Swt., hidupnya tenang karena meyakini bahwa Allah Swt. akan menjaga dan melindungi, senantiasa optimistis karena Allah Swt. akan menolong dan memberikan jalan keluar dalam berbagai kesulitan.

Allahu 'alam (bersambung)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 30 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)