LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah senantiasa berdzikir kepada Allah Swt. Dzikir merupakan cara untuk mengingat dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta. Dengan berdzikir, seseorang dapat merasakan kedekatan dan kehadiran Allah Swt. dalam setiap langkah kehidupannya.
Di dalam Surah Ali Imran [3]: 135 disebutkan:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا اللَّهُ
Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? (Qs. Ali Imran [3]: 135)
Di dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan yang dimaksud dengan perbuatan keji (fahisyah) adalah perbuatan dosa yang akibat atau dampak yang ditimbulkan tidak hanya menimpa pelaku tetapi orang lain yang tidak turut mengerjakan. Di antara perbuatan keji adalah berzina. Allah Swt. berfirman di dalam surah Al-Isra [17]: 32:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنِّي إِنَّهَ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk. (Qs. Al-Isra' [17]: 32)
Sedangkan menzalimi diri sendiri adalah perbuatan dosa yang akibat perbuatannya tidak berdampak pada orang lain. Termasuk perbuatan zalim adalah menyekutukan Allah Swt. (musyrik). Allah Swt. berfirman di dalam surah Luqman [31]: 13.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَنُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهَ يُبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشَّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, "Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar." (Qs. Luqman [31]: 13)
Di dalam Alquran, kata dzikir dengan kata-kata bentukannya disebutkan 290 kali.
Secara bahasa, dzikir (isim) berasal dari kata kerja dzakara yang berarti ingat, mengingat, pelajaran, atau peringatan. Nama lain Alquran adalah adz-dzikr. Alquran berisi peringatan Allah Swt. bagi manusia akan konsekuensi perbuatan mereka. Selain itu Alquran merupakan bacaan yang dengannya manusia senantiasa ingat kepada Allah Swt. dan mendapatkan petunjuk-Nya. Allah Swt. berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهَ لَحَفِظُوْنَ
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al- Qur'an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya. (Qs. Al-Hijr [15]:9)
Selain merupakan ciri manusia yang bertakwa, dzikir kepada Allah Swt. merupakan ciri orang-orang yang cerdas (ulul albab). Allah Swt. berfirman di dalam Alquran surah Ali Imran [3]: 190-191.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمُوتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَايَتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُوْنَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِي خَلْقِ السَّمُوتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هُذَا بَاطِلًا سُبْحْنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal (190). (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka (191). (Qs. Ali Imran [3]: 190-191)
Dalam pengertian sehari-hari, dzikr dimaknai sebagai mengingat Allah Swt. dengan membaca kalimat thayyibah atau bacaan-bacaan tertentu yang sesuai dengan tuntutan Nabi Muhammad Dzikir yang demikian disebut dzikir qauli.
Ada banyak tuntutan Alquran agar manusia senantiasa ingat kepada Allah Swt. Selain dengan membaca kalimat thayyibah, dzikir dapat dilakukan dengan melaksanakan shalat, memikirkan ciptaan Allah Swt. dan mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi di alam semesta serta kehidupan umat manusia baik di masa lalu maupun masa kini. Di dalam Alquran, Allah Swt. mengingatkan manusia untuk belajar dari kisah kehidupan para nabi dan rasul seperti Ibrahim a.s., Musa a.s., Idris a.s., Ismail a.s., dan yang lainnya. Allah Swt. berfirman di dalam surah Maryam [19]: 54-55.
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَبِ اسْمُعِيلَ إِنَّهَ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلًا نَبِيًّا وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَةَ بِالصَّلُوةِ وَالزَّكُوة وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا
Ceritakanlah (Nabi Muhammad kisah) Ismail di dalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia adalah orang yang benar janjinya, rasul, dan nabi (54). Dia selalu menyuruh keluarganya463) untuk (menegakkan) salat dan (menunaikan) zakat. Dia adalah orang yang diridai oleh Tuhannya (55). (Qs. Maryam [19]: 54-55)
Termasuk dzikir adalah melakukan perbuatan nyata: dzikir amali atau dzikir in action. Misalnya ketika melihat orang-orang miskin, kita ingat bahwa Allah Swt. memerintahkan kita untuk membantu dengan memberi makan, pakaian, dan tempat tinggal. Ketika melihat anak yatim, kita ingat bahwa Allah Swt. memerintahkan kita untuk melindungi mereka dan melarang menerlantarkan serta merendahkan mereka. Dzikir aktif ini tidak kalah pentingnya dengan dzikir qauli.
Dengan berzikir kepada Allah Swt., hati manusia menjadi tenang dan senantiasa optimistis menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan hidup. Allah Swt. berfirman di dalam surah Ar-Ra'd [13]: 28.
الَّذِينَ آمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. (Qs. Ar-Ra'd [13]: 28)
Mereka yang senantiasa berdzikir kepada Allah Swt. tidak hanya tenang dan tenteram dalam hidup di dunia tetapi juga bahagia dalam kehidupan di Akhirat. Sebagaimana mereka yang berpuasa, jujur, dan dermawan, mereka yang banyak berdzikir kepada Allah Swt. akan mendapatkan balasan yang terbaik di sorga. Allah Swt. berfirman di dalam surah al-Ahzab [33]; 35:
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمْتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَتِ وَالْقُنِتِينَ وَالْقُنِتُتِ وَالصَّدِقِينَ وَالصَّدِقْتِ وَالصَّبِرِينَ وَالصَّبِرْتِ وَالْخُشِعِينَ وَالْخُشِعْتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقْتِ وَالصَّابِمِينَ وَالصُّمْتِ وَالْحَفِظِينَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحَفِظْتِ وَالذَّكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّكِرْتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Sesungguhnya muslim dan muslimat, mukmin dan mukminat, laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan penyabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kemaluannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, untuk mereka Allah telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab [33]: 35)
Manusia bertakwa hidupnya menjadi tenang dan bermanfaat karena senantiasa berdzikir kepada Allah Swt. dalam keadaan apa pun, kapan pun, dan di mana pun.
Allahu 'alam.(lam)