LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Rumah Sakit Pelni dr. Dewita Nilasari, Sp.OG mengungkapkan risiko kesehatan dari menahan buang air kecil selama perjalanan mudik Lebaran, khususnya pada ibu hamil.
Dewita menyebut sejumlah risiko pada ibu hamil yang menahan pipis selama perjalanan yaitu, infeksi saluran kemih, keputihan yang membuat perut mulas hingga risiko ketuban pecah.
"Lebih baik perjalanan diberhentikan sebentar ke tempat istirahat (rest area) terdekat dan mencari kamar mandi bersih untuk ibu buang air kecil," terang Dewita dalam diskusi media di Jakarta.
Ia menjelaskan, umumnya ibu hamil harus buang air kecil setiap empat sampai enam jam sekalis. Namun, jika selama waktu tersebut ibu tidak mengalami rangsangan, dikhawatirkan telah mengalami dehidrasi.
Baca juga:
Tips Pilih Aroma Parfum yang Pas untuk Hari Raya Idul Fitri“Tetap harus buang air kecil ya ibu-ibu meski kamar mandi di jalan penuh, normalnya setiap empat sampai enam jam sekali harus pipis, karena kalau tidak buang air kecil selama itu, tandanya ibu dehidrasi,” sambungnya, dikutip Antaranews, Jumat (5/4/2024).
Saat ibu hamil mengalami dehidrasi, kurang air minimal 2,5 liter sehari, maka air ketubannya bisa sedikit dan bayi menjadi kecil.
Karena itu, Dewita mengingatkan, untuk tidak hanya memperhatikan kebutuhan cairan ibu saja, tapi juga kondisi air ketuban.
"Air ketuban yang berfungsi sebagai pelindung janin ketika mengalami benturan, membantu persalinan berjalan normal dan memberi ruang bayi berkembang secara normal," kata Dewita.
Untuk memenuhi kebutuhan cairan 2,5 liter air dalam sehari dapat dilakukan dengan banyak cara. Selain air putih, ibu dapat mengonsumsi air kelapa hijau yang alami, jus murni, susu atau makanan yang mengandung banyak air seperti sup, soto dan buah-buahan.
“Pokoknya kalau kita lagi tidak ingin air putih, bisa dengan pilihan-pilihan yang tadi seperti air kelapa, kuah sup, soto dan lain sebagainya,” kata dia.
(ori)