Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 30 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 18)

nabil Ahad, 07 April 2024 - 05:04 WIB
Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 18)


LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah senantiasa menepati janji. Mereka selalu berusaha untuk memenuhi komitmen yang telah mereka buat, baik kepada Allah maupun kepada sesama. Sikap ini merupakan salah satu bukti dari ketakwaan mereka kepada Allah Swt.

Di dalam surah Al-Baqarah [2]: 177 disebutkan bahwa manusia yang benar keimanannya dan bertakwa adalah mereka yang senantiasa menepati janjinya.

وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا

Dan (mereka) menepati janji apabila berjanji. (Qs. Al-Baqarah [2]: 177)

Secara bahasa kata 'ahd (isim) berasal dari kata kata kerja 'ahada yang berarti berjanji. Di dalam Alquran kata ahada dan kata-kata bentukannya disebutkan sebanyak 41 kali. 'Ahd memiliki beberapa arti. Pertama, ikrar atau pernyataan seseorang untuk melakukan sesuatu. Allah Swt. berfirman di dalam surah an-Nahl [16]: 91.

وَأَوْفُوْا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلًا قلی إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ

Tepatilah janji dengan Allah apabila kamu ber- janji. Janganlah kamu melanggar sumpah(-mu) setelah meneguhkannya, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. An-Nahl [16]: 91)

Kedua, kesepakatan seseorang dengan yang lainnya mengenai sesuatu, terutama yang berkaitan dengan masalah muamalah. Perjanjian ini pada umumnya ditandai dengan ijab kabul. Misalnya pernikahan: kesepakatan suami-istri untuk hidup berumah tangga menuju keluarga yang bahagia dunia dan akhirat. Contoh lainnya adalah jual beli: transaksi bisnis yang ditandai kesepakatan antara penjual dengan pem- beli tentang harga suatu barang.

Ketiga, konsensus bersama yang melibatkan berbagai pihak yang me- nyangkut persoalan besar: politik, ekonomi, perdamaian, dsb. Perjanjian ini pada umumnya di- tandai dengan dokumen yang mengikat secara luas. Dalam rangka membangun kehidupan yang damai di Madinah, Ra- sulullah membuat Piagam Madinah (al-mitsaq al-madinah) yang merupakan perjanjian di antara penduduk Madinah. Bangsa Indonesia bersepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Atas dasar itu, dalam Muk- tamar ke-47 di Makassar tahun 2015, Muhammadiyah me- nyebut Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah.

Keempat, hukum-hukum Allah Swt. yang diturunkan un- tuk manusia. Sebagai hamba Allah Swt., manusia telah ber- komitmen untuk tunduk dan patuh kepada hukum-hukum. Firman Allah Swt. di dalam surah Al-Baqarah [2]: 40.

يُبَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوْا بِعَهْدِي أُوْفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ

Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan penuhilah janjimu ke- pada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu. Hanya kepada-Ku hendaknya kamu takut. (Qs. Al-Baqarah [2]: 40)

Di dalam Alquran terdapat banyak ayat yang memerintahkan manusia agar menepati janji. Allah Swt. berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّةً وَأَوْفُوْا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

Janganlah kamu mendekati harta anak yatim, ke- cuali dengan (cara) yang terbaik (dengan mengembangkannya) sampai dia dewasa dan penuhilah janji (karena) sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya. (Qs. Al-Isra' [17]: 34)

Menepati janji merupakan ciri yang membedakan antara orang yang beriman dengan orang-orang fasik dan munafik. Di dalam surah Al-Baqarah [2]:27 disebutkan:

الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُوْنَ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَنْ يُوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَسِرُونَ

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (Qs. Al-Baqarah [2]: 27)

Sejalan dengan ayat di atas, Rasulullah bersabda:

لَا إِيْمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِيْنَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya. (HR. Muslim).

Terkait dengan orang-orang munafik, Nabi Muhammad bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثُ إِذَا حَدَثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ. رواه البخاري عن ابي هريرة

Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberikan amanah ia berkhianat. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).

Menepati janji merupakan ciri orang mukmin yang sukses. Allah Swt. berfirman dalam surah al-Mukminun [23]: 8.

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمُنْتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ

(Sungguh beruntung pula) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka. (Qs. Al- Mukminun [23]: 8)

Sejalan dengan ayat tersebut, dalam Hadis yang diriwa- yatkan oleh Imam Tirmidzi r.a. dan Abu Dawud r.a. dari sa- habat Abu Hurairah r.a., Rasulullah bersabda:

ادِ الْأَمَانَةَ إِلَى مَنِ اؤْتَمَنَكَ وَلَا تَخِنْ مَنْ خَانَكَ

Sampaikanlah amanat kepada orang yang telah memberikan kepercayaan kepada Kaku, dan janganlah berkhianat kepada orang yang telah mengkhianatimu.

Demikianlah tuntunan Alquran tentang pentingnya menepati janji. Kalau seseorang suka mengingkari janji, ia akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Dalam peribahasa Melayu disebutkan: sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak akan percaya. Bisnis akan berhasil kalau kita senantiasa menepati janji dan memenuhi harapan konsumen. Keluarga akan bahagia, apabila suami-istri senantiasa setia dan memenuhi hak dan kewajiban masing-masing. Suatu bangsa akan utuh, bersatu, dan maju manakala masyarakat, warga negara, dan penyelenggara mematuhi dan menjalankan Konstitusi. Para pejabat eksekutif dan wakil rakyat akan terhormat apabila mereka memegang teguh amanat. Hidup manusia akan bahagia dunia dan akhirat apabila mematuhi dengan ikhlas hukum-hukum Allah Swt.

Allahu 'alam.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 30 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)