LANGIT7.ID, Jakarta - Tim Global Wakaf ACT membangun sumur wakaf untuk Madrasah Ibtidaiah (MI) Mathla'ul Anwar di Kabupaten Bogor. Satu-satunya sekolah di Kampung Cipadu ini minim fasilitas, salah satunya MCK.
Kesulitan fasilitas ini cukup menjadi kendala dalam kegiatan sekolah, salah satunya ketika siswa ingin buang air. Para pelajar ini mau tidak mau pulang ke rumah lebih dulu.
"Ketika anak-anak ingin buang hajat, selalu lari ke rumah yang jaraknya cukup jauh, kadang-kadang tidak balik lagi karena sudah selesai jam pelajaran," kata seorang guru sekolah, Ade, melansir laman resmi ACT.
Baca Juga: ACT Tembus Desa Terisolasi, Berikan Bantuan Warga Perbatasan Indonesia-MalaysiaUntuk kebutuhan kebersihan sekolah, misalnya mengepel, para guru dan siswa saat ini masih bergotong-royong membawa air dengan ember dari pemukiman warga yang berjarak cukup jauh.
Tim Global Wakaf ACT, Mock Nurul Ramdahan mengatakan, masalah sama dihadapi warga di Kampung Cipadu, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajayam. Sumur-sumur mereka kerap mengalami kekeringan di musim kemarau.
"Sumur-sumur gali di pemukiman warga hanya memiliki kedalaman 3-5 meter, sehingga apabila memasuki musim kemarau, beberapa sumur mengalami kekeringan," ujar dia.
Para relawan ini pun kemudian membangunkan satu unit sumur wakaf untuk sekolah, termasuk untuk menyukupi kebutuhan warga sekitar saat terjadi kekeringan.
Sumur wakaf komunal pun selesai dibangun pada awal Juni lalu. Ada 95 siswa dan lebih dari 600 orang masyarakat yangn menjadi sasaran pembangunan sumur ini.
"Harapannya selain melancarkan proses belajar mengajar, juga dapat menopang kebutuhan masyarakat Kampung Cipadu yang belum memiliki MCK pribadi," katanya.
(bal)