LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota besar, sebuah cerita inspiratif terungkap dari pelosok Bogor, Jawa Barat. Jembatan Pagersi, yang selama ini menjadi urat nadi penghubung Desa Sukahati dan Desa Kedung Waringin, kini mendapat sentuhan baru berkat inisiatif unik dari dunia investasi syariah.
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengejutkan banyak pihak dengan langkah mereka mengalokasikan Rp217 juta untuk memperbaiki jembatan pedesaan ini. Dana ini bukanlah dari anggaran CSR biasa, melainkan hasil dari proses 'purifikasi' reksa dana syariah Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI).
"Ini bukan sekadar proyek sosial, tapi wujud nyata komitmen kami dalam menjalankan aktivitas bisnis, khususnya terkait produk reksa dana syariah," ujar Justitia Tripurwasani, Direktur dan Kepala Unit Pengelolaan Investasi Syariah MAMI.
Ia menjelaskan bahwa dalam pengelolaan reksa dana syariah di MAMI, pendapatan yang diperoleh dari kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah akan dikeluarkan dari portofolio reksa dana syariah dan disalurkan untuk kepentingan masyarakat umum.
Yang menarik, renovasi Jembatan Pagersi merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan tahun lalu. Dalam proyek ini, MAMI bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise sebagai pelaksana program. Direktur Dompet Dhuafa, Herdiansah, menjelaskan bahwa tahun lalu mereka telah menyelesaikan pengerjaan renovasi dengan mengganti rangka serta material jembatan dan memperlebarnya agar bisa dilalui dengan leluasa oleh kendaraan bermotor.
"Untuk pengerjaan kali ini, kami memperkuat posisi pondasi jembatan, sehingga harapannya masyarakat bisa memanfaatkan jembatan dengan lebih lama," terangnya.
Mohammad B Teguh, Ketua Dewan Pengawas Syariah MAMI, menekankan pentingnya pengawasan dalam proses ini. "Kami memastikan bahwa pengelolaannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah," tegasnya. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan dan merawat jembatan dengan bijak, serta mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar.
Dampak nyata dari renovasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan pembuka peluang ekonomi dan penghubung sosial bagi warga dua desa. Proses renovasi jembatan yang menghubungkan Desa Sukahati di Cibinong dengan Desa Kedung Waringin di Bojonggede, Bogor, memakan waktu dua bulan dari Juli hingga September 2024.
MSSI merupakan reksa dana syariah pertama di Indonesia yang membagikan dividen bagi para investornya. Per Agustus 2024, MAMI memiliki sembilan reksa dana syariah dengan dana kelolaan tercatat sebesar Rp3,4 triliun, menjadikannya salah satu manajer investasi dengan dana kelolaan syariah terbesar di Indonesia. Sejak tahun 2016 hingga 2023, MAMI telah menyalurkan total dana purifikasi lebih dari Rp2,6 miliar ke berbagai wilayah di Indonesia, untuk program pembangunan atau renovasi infrastruktur dan fasilitas umum.
Inisiatif ini menggambarkan bagaimana sektor keuangan syariah dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur pedesaan. Dengan menghubungkan dunia investasi dengan pembangunan infrastruktur pedesaan, MAMI telah membuka jalan baru dalam mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
(lam)