Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home masjid detail berita

Punya Makna Berbeda, Inilah Waktu Tepat Ucapkan Masya Allah & Subhanallah

lusi mahgriefie Rabu, 22 Mei 2024 - 13:56 WIB
Punya Makna Berbeda, Inilah Waktu Tepat Ucapkan Masya Allah & Subhanallah
Ilustrasi.Foto/ist
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Mengucapkan kalimat thayyibah merupakan adab berbicara yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Umat Muslim bisa mengucapkannya dalam percakapan sehari-hari dengan orang lain.

Ada beberapa kalimat thayyibah yang bisa diucapkan, diantaranya yaitu Masya Allah dan Subhanallah. Kedua kalimat tersebut memiliki arti yang berbeda. Meski begitu, banyak yang masih keliru mengenai waktu pengucapannya.

Dalam kehidupan sehari-hari masih ada umat muslim yang bingung kapan saat yang tepat mengucapkan kalimat Subhanallah dan kapan harus mengucapkan Masya Allah. Yuk simak arti dari masing-masing kalimat serta penjelasan berikut supaya tidak keliru lagi.

Masya Allah
Masya Allah memiliki arti sesuatu yang dikehendaki oleh Allah SWT. Kalimat tersebut mencerminkan kemampuan umat Muslim untuk menerima segala keputusan yang berasal dari Allah SWT, setelah mengusahakan segala upaya.

Kalimat Masya Allah juga merupakan sunnah Rasulullah SAW. Pada suatu hari, Rasulullah SAW berkata pada Amir bin Rabi'ah r.a., “Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan ketika melihat hal menakjubkanmu?” (HR. Ahmad).

Berdasarkan pada hadits tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk mengucapkan kalimat Masya Allah atau Masya Allah Tabarakallah. Tujuannya, yaitu untuk mengakui segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT.

Lalu kalimat apa untuk menjawab ungkapan Masyaallah Tabarakallah? Bisa dijawab dengan Jazakallah Khair, yang dalam bahasa Arab memiliki arti semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

Subhanallah
Subhanallah memiliki arti Maha Suci Allah dan dalam tafsir lain diartikan Maha Tinggi Allah. Subhanallah termasuk juga kalimat tasbih yang dibaca sebagai lantunan dzikir.

Baca juga:Mensyukuri Nikmat Sehat ala Rasulullah SAW

Umat Muslim dianjurkan untuk mengucapkan kalimat tasbih ketika melihat keburukan. Tujuannya untuk mensucikan Allah dari segala sifat keburukan.

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nur ayat 16, yang artinya: "Dan mengapa kamu tidak berkata di waktu mendengar kabar bohong itu. Sekali-kali tidak pantas bagi kami mengatakan ini. Mahasuci Allah, ini adalah dusta yang besar."

Penggunaan Masya Allah dan Subhanallah yang Tepat
Setelah mengetahui arti dari masing-masing kalimat yaitu Masya Allah dan Subhanallah, kita beranjak pada kapan waktu yang tepat menggunakan dua kalimat tersebut.

Kalimat Masya Allah adalah kata yang pantas dan tepat untuk diucapkan setiap merasa kagum juga takjub.
Rasa kagum dan takjub akan muncul ketika menyaksikan kebesaran Allah SWT, berupa benda, kejadian, atau alam ciptaan-Nya.

Seperti tercantum dalam Surah Al-Kahfi ayat 39, Allah berfirman agar seorang hamba senantiasa melafalkan kalimat Masya Allah sebagai tanda kagum dibarengi rasa syukur atas anugerah dan kebaikan Allah kepadanya.

Walau lā iż dakhalta jannataka qulta mā syā`allāhu lā quwwata illā billāh, in tarani ana aqalla mingka mālaw wa waladā.

Artinya: “Mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan, “Masya Allah la quwwata illa billah” (sungguh, ini semua kehendak Allah. Tidak ada kekuatan apa pun kecuali dengan [pertolongan] Allah). Jika engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.” (Q.S Al-Kahfi ayat 39)

Sebagaimana pula disampaikan Abu Hurairah, “Suatu hari aku berjunub dan melihat Rasulullah SAW berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauh dari mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelahnya, aku menemui Rasulullah SAW dan beliau bersabda: 'Wahai Abu Hurairah, mengapa kau malah pergi ketika kami muncul?' Aku menjawab: 'Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman bertemu kalian dalam keadaan junub. Lalu, Rasulullah SAW bersabda: 'Subhanallah, sesungguhnya, mukmin tidaklah najis.” (HR. Tirmidzi).

Subhanallah berarti Maha Suci Allah. Ucapan Subhanallah dilafazkan saat mendengar atau melihat hal buruk. Ucapan ini sebagai penegasan “Allah Mahasuci dari keburukan tersebut”.

Jadi sudah jelas ya kapan waktu yang tepat Anda harus melafazkan Masya Allah dan kapan harus melafazkan Subhanallah.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)