LANGIT7.ID - , Jakarta - Lisan adalah karunia Allah SWT yang patut disyukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan menggunakan lisan tutur kata terpuji dan berpikir sebelum berucap.
Berpikir sebelum bertindak adalah perilaku yang
bijak.
Sebab lisan bisa membuat seseorang terjerumus ke dalam kebinasaan. Ada beberapa dalil yang menyebutkan agar berhati-hati dalam
berucap.
Baca juga: Sikap Bijak Muslimah, Jangan Adukan Aib Suami ke Orang Lain« إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِى بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ »
“Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke
neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim no.7673).
Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
« إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً ، يَرْفَعُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فِى جَهَنَّمَ »
“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” (HR. Bukhari no. 6478).
Karena itu, sepatutnya bagi kita untuk merenungkan dalam diri sebelum berucap. Bila memang ada manfaat di dalamnya, maka boleh dia berbicara. Namun, bila tidak, sebaiknya tahanlah lisan.
Baca juga: Cara Bijak Hadapi Orang Tua Boros ala Financial PlannerAllah swt berfirman dalam surat Al-Israa’ ayat 36.
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”.
Semoga kita semua menjadi orang bijak, yang selalu berpikir sebelum berucap dan bertindak.
Wallahu a'lam bishawab.(est)