LANGIT7.ID - , Jakarta -
Hidup boros atau senang membuang-buang harta untuk hal yang tak penting termasuk meniru perilaku setan. Karena itu, saat orang terdekat berkelakuan boros hendaknya kita menasehati untuk menghentikan kebiasaan itu.
Dalam surat Al Isra ayat 26-27, Allah Ta'ala berfirman
وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا
"Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada
orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros."
Baca juga: Cek 3 Hal Penting Ini dalam Kelola Keuangan, Dijamin AntiborosKemudian di ayat 27 Allah SWT mencela perbuatan membelanjakan harta dengan boros adalah saudara setan.
اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."
Namun, bagaimana cara memberitahu orang tua yang berlaku boros agar tidak tersinggung?
Certified Financial Planner Annisa Steviani membagikan tips saat membicarakan batasan keuangan pada
orang tua agar tidak tersinggung atau marah.
Hal utama yang harus dilakukan sang anak adalah menghilangkan asumsi bahwa orang tua akan kecewa saat Sahabat membicarakan uang pada mereka.
Baca juga: Harga Barang Naik, Begini Cara Atur Keuangan agar Tidak Boros"Kita berpikir orang tua akan kecewa kalau kita bicarakan soal uang. Nah, itu asumsinya dihilangkan dulu. Kita niatkan dalam hati bahwa yang kita sampaikan ini baik. Jadi kita lihatnya netral dulu. Karena kalau belum apa-apa sudah berfikir orang tua akan marah, biasanya masalah tidak akan selesai-selesai," ujar Annisa dalam satu gelar wicara keuangan
generasi sandwich di Jakarta, Kamis (29/9/2022).
Kemudian, jangan takut berkonflik. Menurut dia, banyak anak yang tidak berani berbicara karena takut
berkonflik dengan orang tua.
"Padahal sebenarnya, berkonflik itu tidak apa-apa. Berkonflik itu memang suatu yang sering kita hadapi. Tapi, banyak yang lebih menghindari dengan alasan menjaga perasaan, sehingga solusinya jadi tidak ditemukan," katanya.
Terakhir, coba berbagai pola komunikasi. Artinya komunikasinya diubah. Misalnya menghindari waktu di mana orang tua dalam kondisi lelah untuk membicarakan hal tersebut. Ganti dengan pemilihan waktu yang tepat saat berkumpul bersama.
Baca juga: Hati-hati, Bulan Puasa Berpotensi Lebih Boros"Itukan bisa dicari caranya. Jadi konflik oke, berarti kita harus ganti caranya, dan seterusnya. Karena tidak ada yang berubah kalau caranya tidak diubah. Jadi kalau ini belum berhasil, kita harus ubah cara baru. Kita harus cari jalan yang berbeda biar nyampe ke tempatnya juga," pungkas Annisa.
(est)