LANGIT7.ID - , Jakarta - Banyak orang berpikir ketika bulan Ramadhan bisa menghemat biaya, karena menjalani puasa seharian. Padahal, di bulan ini masyarakat malah lebih boros dibanding bulan-bulan lainnya jika tidak hati-hati.
Independent Financial Planner, M Kharisma mengakui memang banyak yang mengatakan bulan Ramadhan bisa lebih hemat, tetapi kenyataannya tidak seperti itu.
"Kenyataannya tidak seperti itu, dari statistik hitung-hitungan umum saja kebutuhan diperkirakan naik 30 persen di bulan Ramadhan," ujar Kharisma kepada Langit7, Rabu (6/3/2022).
Baca juga: Bisa Traktir Tanpa Boros, Ini 4 Trik Hemat ala Jessica MilaMenurut dia, ketika bulan puasa Anda hanya hemat pada saat makan siang saja, tetapi saat makan malam belum tentu.
"Kenapa? Pertama Anda mungkin saja hanya hemat pada saat makan siang saja. Tetapi pada saat makan malam belum tentu, karena secara psikologis orang cenderung akan menjadi jauh lebih konsumtif ketika ia dalam keadaan lapar," ungkapnya.
Nah, hal tersebut yang menyebabkan ada kenaikan secara proporsional tadi. Untuk mengatasinya, Kharisma mengatakan semua tergantung dari pelakunya atau Anda sendiri.
Menurut dia, akan lebih bagus jika Anda sudah membuat program sendiri untuk jadwal buka puasa, misal ingin makan makanan yang sehat saja dan tidak berlebihan.
Tetapi kembali lagi, lanjut dia kodisinya suka berbeda ketika tiba saatnya berbuka puasa.
Baca juga: 3 Cara Atur Keuangan saat Ramadhan supaya Tak Boros"Ketika buka puasa, orang malah lebih banyak jajannya karena ia dalam kondisi lapar. Akhirnya tanpa ia sadari pengeluarannya jauh lebih besar dibandingkan hari biasanya yang makan sehari tiga kali," ujarnya.
"Hari biasa sekali makan di warteg paling hanya membutuhkan uang 20 ribu. Tetapi ketika bulan puasa, kita biasanya lebih dari itu karena harus beli takjil, es buah, makan besarnya dan lainnya" lanjut dia.
Nah, simpulnya hal ini akan berpotensi lebih boros jika Anda tidak hati-hati.
(est)