LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3 cara
mengatur keuangan saat Ramadhan supaya tidak boros. Selama satu bulan berpuasa, terkadang malah tak bisa berhemat karena banyak barang dibelanjakan.
Hasrat berbelanja makanan beralih ke produk fesyen, kue hingga parsel lebaran. Banyak rumah tangga muslim yang mengeluh semakin boros saat puasa ketimbang hari-hari biasa.
Baca Juga: 3 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga sesuai SyariatCertified Finansial Planner Finansialku, Harryka Joddy mengatakan, setidaknya ada tiga langkah yang bisa dilakukan untuk tetap berhemat di bulan
Ramadhan. Berikut caranya:
1. Punya Anggaran KeuanganJoddy menjelaskan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memiliki anggaran keuangan. Anggaran keuangan sendiri merupakan budgeting yang bisa dilakukan secara sederhana.
"Jadi untuk makan kita anggarkan berapa besar pengeluarannya, termasuk untuk transportasi, investasi dan lain sebagainya, hingga kepada hal-hal yang memang kita butuhkan saat Lebaran nantinya," ujar dia.
Adapun kebutuhan yang paling banyak keluar ketika sampai kepada hari raya Idul Fitri seperti belanja kue, bingkisan, THR untuk kerabat, zakat, sampai kepada membeli baju Lebaran untuk orang tua, ongkos mudik dan lainnya.
2. Siapkan Tujuan KeuanganSaking pentingnya tujuan keuangan ini, bahkan sampai dibutuhkan ketika di luar bulan Ramadan. Sebab, bisa jadi masyarakat justru mendapatkan uang ketika usai bulan Ramadan melalui THR, dan lain ebagainya.
"Nah memiliki tujuan keuangan di awal menjadi penting agar bisa membantu untuk berhemat. Selain itu juga memberikan kesadaran untuk menahan diri untuk membeli barang yang bersifat konsumtif," ujar dia.
Harapannya, kata dia, dana yang sudah sisihkan di awal itu dapat dioptimalkan nantinya untuk tujuan keuangan yang lain dan lebih penting.
"Tujuan keuangan untuk kebutuhan tertentu itu sebagai rem. Jadi membuat kita dapat menahan diri dari godaan membelanjakan yang lebih banyak dari sebelumnya," katanya.
3. Bikin Catatan KeuanganSetelah membatasi budget dan memiliki tujuan keuangan, kata dia, langkah selanjutnya adalah memiliki mencatat seluruh aliran uang masuk dan keluar.
"Jadi dari apa saja sudah kita keluarkan, akan ada evaluasi berikutnya. Sehingga seseorang akan mengetahui batasan untuk belanja," ujarnya.
Menurutnya, dengan mengurangi ajakan buka bersama atau pun buka puasa di luar, dapat membantu menghemat pengeluaran.
"Harapannya, pencatatan ini akan membantu untuk rencanakan planning kita selanjutnya," kata dia.
Joddy menambahkan, perencanaan keuangan perlu diperhatikan agar pengaturan keuangan dapat lebih tepat sasaran, terutama pada saat bulan Ramadan.
(bal)