LANGIT7.ID, Semarang - Masjid Alit Ki Ageng Gribig merupakan pusat dakwah di lereng Gunung Merapi. Lokasinya berada di Jatinom, sebelah timur laut Klaten, Jawa Tengah (Jateng).
Masjid Alit Ki Ageng Gribig memiliki sejarah cukup panjang. Ki Ageng Gribig saat itu dianggap sebagai waliyullah zaman Mataram Islam dan merupakan keturunan raja terakhir dari Raja Majapahit yang bernama Brawijaya V.
Ia berhasil membuka hutan belantara jati di lereng Gunung Merapi menjadi pemukiman dan memulai dakwah Islam di tanah Jawa. Lokasi syiarnya berada di Jatinom, terletak di timur laut Kalten, pada jalur utama yang menghubungkan antara Klaten dan Boyolali.
Dalam rangka menyebarkan Islam, Ki Ageng mendirikan sebuah masjid di Jatinom yang kini dikenal sebagai Masjid Alit Ki ageng Gribig. Menurut tutur masarakat setempat, masjid ini pertama kali dibangun ulama yang bernama asli Syeikh Wasibagna Timur itu.
Retno Kartini Savitaningrum Imansyah dalam Deskripsi Masjid Alit Ki Ageng Gribig dan Dakwah Kultural Awal di Klaten, Jawa Tengah (2015), masjid ini dibangun oleh Ki Ageng Gribig pada abad 17 Masehi atau pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645 M). Namun tahun pasti pendiriannya tidak diketahui.
"Karena tidak ada catatan atau inskripsi yang memuat tahun pendiriannya. Inskripsi yang ada hanyalah bertutur tentang tahun pemugaran oleh masyarakat yang dilakukan pada tahun 1862 M," tulis Retno.
Baca Juga: Usia Hampir Setengah Abad, Masjid Baiturahman Semarang DirenovasiMasjid Alit Ki Angeng Gribig ini memiliki gaya arsitektur Indonesia kuno dan sangat sederhana. Atap masjid terbuat dari sirap berbahan kayu jati, dan dinding dari bata diplester dengan pasir dicampur ledokan tanah.
Struktur bangunan kuno lainnya juga ditemukan pada saat dilakukan penggalian terhadap kolam pasucen di depan masjid. Retno menjelaskan, Jatinom dalam proses penyiaran agama Islam di Kabupaten Klaten menempati posisi yang cukup penting.
Di wilayah ini Ki Ageng Gribig menyiarkan agama Islam. Kiprahnya di Klaten dilakukan pada masa Wali Songo, Sunan Kalijaga. Ia merupakan salah satu murid dari wali tersebut.
Murid lain dari Sunan Kalijaga, Sunan Pandanaran mewariskan Masjid Gala di Bayat. Lalu Ki Ageng Gribig mewariskan Masjid Alit di Jatinom. Masjid ini merupakan living monument yang masih digunakan sampai sekarang sebagai tempat ibadah ummat Islam.
(bal)