LANGIT7.ID-Bekasi; Pesona dan popularitas Masjid Baitul Makmur yang dikenal Masjid ramah lingkungan ternyata bikin penasaran Kedubes Norwegia di Jakarta. Karena rasa penasarannya inilah, Wakil Kedubes Norwegia, Kristian Netland yang bertugas di Indonesia, mengunjungi Masjid yang lokasinya berada di komplek Perumahan Telaga Sakinah, Telaga Murni, Cikarang Barat, Bekasi.
Dalam kunjungannya yang berlangsung baru baru ini (1/6/2024), selain Wakil Dubes Norwegia, ada juga Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Norwegia, Sverre Thomas Jahre serta Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup RI, Novrizal Tahar beserta para rombongan. Mereka tiba di Masjid Baitul Makmur langsung disambut oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) H. Suhapli SE, beserta pengurus takmir masjid serta sejumlah pengurus teras RW 010.
Dalam kunjungan ini, Wakil Dubes Norwegia dan staf khusus Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Norwegia bisa menyaksikan banyak kegiatan yang dilakukan oleh DKM Masjid Baitul Makmur. Ada kegiatan sedekah sampah yang dilakukan oleh warga masyarakat, melihat lingkungan Masjid yang dilengkapi fasilitas Eco-Edu Park, di mana fasilitas ini menjadi daya Tarik karena banyak spot yang didesain lebih instagramable.
![Kedubes dan Kementerian Lingkungan Hidup Norwegia Kunjungi Masjid Baitul Makmur]()
Selain itu, Wakil Dubes Norwegia juga sangat antusias saat diperlihatkan lokasi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R atau yang lebih ngetrend disebut bank sampah.
Dalam kunjungan tersebut, juga dilakukan sharing session tentang “Synergi in sustainability:Exploring Environmental And Social Initiatives Through Multistakeholder Collaboration in waste Management” (Kerjasama Berkelanjutan: Dalam Mengeksplorasi inisiatif Lingkungan dan sosial melalui kolaborasi semua pihak dalam pengelolaan sampah).
Turut menjadi narasumber dalam sharing session ini, Ketua DKM Masjid Baitul Makmur, H.Suhapli SE, Ernest Layman (CEO Rekosistem), Karyanto Wiboso, Direktor dari Danone, dan Desiree Indarwati (Owner Saruga Package Free Shopping Store).
Sverre Thomas Jahre saat melihat sendiri perkembangan yang terjadi di Masjid Baitul Makmur mengaku sangat kagum. Ia tidak menyangka ada Masjid yang sangat peduli dengan pengelolaan sampah organik maupun non organik. Yang juga ia sangat takjub, ada juga istilah sedekah sampah, di mana ia tidak pernah menemukan kegiatan sedekah sampah seperti yang dimanage oleh DKM Masjid Baitul Makmur.
![Kedubes dan Kementerian Lingkungan Hidup Norwegia Kunjungi Masjid Baitul Makmur]()
Hal lain yang menurut dia sangat inspiratis ada ATM beras yang diperuntukkan untuk orang-orang tidak mampu di lingkungan Masjid secara gratis. Ada lagi yang juga bikin dia kagum, ada kursus Bahasa Inggris membayarnya menggunakan sampah plastic. “Ini luar biasa. Ini pantas ditiru dan dikembangkan,” ujar Thomas Jahre
(lam)