LANGIT7.ID, Yogyakarta - Takmir bentuk komunitas agar ummat memakmurkan
Masjid Jogokariyaan. Pemberdayaan ini dilakukan terhadap warga yang masih anak-anak untuk kaderisasi.
Keaktifan takmir bentuk
komunitas agar semua ummat dapat ikut serta memakmurkan Masjid Jogokariyan. Mulai dari anak-anak, pemuda, ibu-ibu dan bapak-bapak warga setempat.
Masjid Jogokariyan mampu menjawab persoalan keummatan dalam skala lokal hingga nasional. Takmir bentuk komunitas agar ummat memakmurkan
masjid.
Baca Juga: Rahasia Sukses Jogokariyan: Didik Anak dan Remaja Jadi Penggerak MasjidPada tingkat lokal misalnya, masjid menjadi pendorong bangkitnya perekonomian warga di Kampung Jogogokariyan selama pandemi. Caranya menghadirkan pasar rakyat dan pembagian voucher belanja.
Sementara, dalam isu-isu nasional, Masjid Jogokariyan pernah mengumpulkan donasi untuk pembelian kapal selam NKRI pengganti KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali.
Penggalangan donasi diinisiasi Himpunan Anak-Anak Masjid Jogokariyan, isu yang barangkali tidak pernah terpikirkan oleh remaja masjid lainnya.
Himpunan Anak-Anak Masjid atau disingkat Hamas Jogokariyan yang sebelumnya bernama 'Pengajian Anak-Anak Jogokariyan' merupakan tulang punggung pemberdayaan masjid.
Pengajian Anak-Anak Jogokariyan atau dikenal dulu PAJ dirintis oleh Romo Dullah dan bertransformasi berbagai bentuk dan modelnya pada setiap periode historik.
PAJ merupakan ruang kolektif sehingga timbul rasa paguyuban seiman yang ditanamkan sejak dini untuk meramaikan masjid kampung. "Jadi kita memang ingin ada regenerasi di masjid ini," kata Takmir Masjid Jogokariyan, Enggar kepada Langit7.
Muhammad Jazir, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan merupakan sosok yang paling berperan dalam mereformasi manajemen masjid sejak 1990-an.
Masuk pada abad ke-21, dilakukan peremejaan organisasi pemuda masjid dengan masuknya Muhammad Fanni Rahman. Terakhir ia menjabat sebagai Dewan Syuro Masjid dan Pimpinan Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu. Fanni wafat pada 2 Agustus 2021.
"Semua lembaga kader komunitas masjid telah diganti secara organisasional oleh Fanni. PAJ telah diganti Hamas Jogokariyan. Kemudian dibawah gerakan inisiatifnya yaitu Omah Dakwah telah membentuk Sahabat Al-Aqsha," tulis Ahmad M Arrozy.
Beberapa program masjid yang digagas Hamas Jogokariyan di antaranya Majelis Jejak Nabi, kajian Riyadhus Shalihin, forum kajian malam, kesenian dan keterampilan, bakti sosial, dan yang paling populer Kampung Ramadhan.
(bal)