LANGIT7.ID-London; Petenis peringkat 2 dunia, Novak Djokovic mengawali perjuangannya untuk menambah koleksi grand slam dari wimbledon berjalan mulus.
Cedera lutut yang sempat dikeluhkan hingga harus menjalani operasi, ternyata hasilnya terliat kembali normal, meskipun saat tampil di putaran pertama melawan Vit Kopriva, Djokovic terliat masih hati hati. Ada kesan Djokovic
tidak sepenuhnya yakin bagaimana lututnya akan bertahan di atas lapangan rumput.
Tapi lumayan. Djokovic bisa memiliki kepercayaan diri dengan lututnya setelah kemenangan 6-1, 6-2, 6-2 melawan Vit Kopriva, pemain berusia 27 tahun yang baru memainkan pertandingan grand slam keduanya.
Mengenakan brace berwarna abu-abu di lutut kanannya, hanya tiga setengah minggu setelah menjalani operasi perbaikan meniskus yang robek, pergerakan Djokovic terbilang bagus. Dan jika ia terlihat sedikit berhati-hati saat bergerak cepat ke sisi forehandnya, dengan ekstra hati-hati agar tidak tergelincir, ia sudah lebih dari puas dengan usahanya.
"Itu sudah sangat bagus,” kata Djokovic, yang akan melawan Jacob Fearnley di putaran kedua setelah pemain Skotlandia itu menang dua set langsung melawan petenis Spanyol Alejandro Moro Cañas. “Sangat senang dengan apa yang saya rasakan di lapangan. Tentu saja memasuki Wimbledon agak sulit karena cedera lutut. Saya tidak tahu bagaimana segala sesuatunya akan terjadi di lapangan. Sangat senang dengan apa yang saya rasakan hari ini, cara saya bermain hari ini.” kata peraih 24 grand slam ini.
Sebenarnya, Djokovic belum bisa dikatakan mendapat ujian berat di pertandingan putaran pertama, karena lewan yang dihadapi, pemain asal Ceko yang lolos dari babak kualifikasi. Jadi sebenarnya tidak level bagi Djokovic. Tapi, Djokovic berharap dari penampilan pertamanya bisa memberi harapan besar untuk menambah grand slam dari wimbledon. Jika ambisinya Djokovic berhasil, ia akan menyamai pencapaian 8 grand slam dari wimbledon. Djokovic saat ini sudah sukses mengoleksi 7 grand slam dari wimbledon.
“Saya berusaha untuk benar-benar fokus pada permainan dan tidak terlalu memikirkan soal lutut,” ujarnya Djokovic. “Semua yang bisa saya lakukan, telah saya lakukan, bersama tim saya, dalam tiga setengah minggu terakhir untuk mendapatkan kesempatan berada di sini. Saya rasa jika ini adalah turnamen lain, saya mungkin tidak akan mengambil risiko, tapi ini wimbledon, saya hanya menyukai Wimbledon,” ujar Djokovic.
![Djokovic Lolos ke Putaran Kedua Wimbledon, Zherev Berharap Juara]()
Sementara petenis Jerman, Alexander Zverev telah membicarakan peluangnya selama beberapa hari terakhir tentang wimbledon. Ia merasa wimbledon kali ini terbuka bagi dirinya untuk bisa meraih juara.
Unggulan keempat asal Jerman itu melaju ke babak kedua dengan kemenangan 6-2, 6-4, 6-2 melawan Roberto Carballés Baena dari Spanyol.
Sedangkan unggulan keenam, Andrey Rublev, mengalami kekalahan mengejutkan pada putaran pertama. Petenis Rusia itu kehilangan kesabaran – memukul raketnya di pahanya pada satu tahap – saat pertandingan melawan Francisco Comesaña, yang mengklaim kemenangan Tur pertamanya 6-4, 5- 7, 6-2, 7-6 (5). Pada Prancis Terbuka bulan lalu, Rublev mengakui perilakunya perlu diperbaiki. Tapi pada hari Selasa saat dirinya bertanding, ia mengatakan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. “Itu masalah utama yang perlu saya perbaiki,” ujarnya. “Tentu saja, hari ini saya tidak berperilaku seperti di Paris, namun saya tetap bisa berbuat lebih baik."
Hasil lain, unggulan nomor 7, Hubert Hurkacz asal Polandia, bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Radu Albot 5-7, 6-4, 6-3, 6-4 dan Ben Shelton, unggulan ke-14, mengalahkan Mattia Bellucci dari Italia 4- 6, 6-3, 3-6, 6-3, 6-4.
Holger Rune, unggulan ke-15, tampil impresif dengan mengalahkan Kwon Soon-woo 6-1, 6-4, 6-4. Dan pecundang yang beruntung, Giovanni Mpetshi Pericard dari Prancis, mencetak 51 ace saat ia mengalahkan unggulan ke-20, Seb Korda, 7-6 (5), 6-7 (4), 7-6 (6), 6-7 (4), 6- 3, menyelamatkan 11 break point yang dihadapinya.(*/the guardian)
(lam)