LANGIT7.ID, Bandung - Dalam rangka beradaptasi di masa pandemi Covid-19, Universitas Persatuan Islam (Persis) kembali menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara daring. Tahun ini, para mahasiswa ditugaskan untuk mengabdi di daerahnya masing-masing secara individual dan tetap bisa melakukan kegiatan-kegiatan kolektif secara virtual.
Rektor Universitas Persis Prof Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa KKN adalah kewajiban yang harus dilakukan mahasiswa. Menurut dia, yang paling penting yang harus ditampilkan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Persis ialah uswah hasanah atau teladan yang baik.
"Tunjukan perilaku yang baik di sekitar masyarakat, sehingga dikenal baik masyarakat, selanjutnya yang terpenting adalah niat anda untuk jihad fii sabilillah," kata Prof Maman dalam keterangannya kepada LANGIT7.ID, Rabu (8/9/2021).
Selain mahasiswa ditantang untuk mengabdi di daerahnya masing-masing, mereka diharuskan melakukan penelitian singkat selama proses KKN. Ini untuk menemukan masalah-masalah pendidikan dan memberikan solusi terbaiknya.
"Setelah penelitian dilakukan, kemudian menuliskannya dalam bentuk artikel. Semoga melalui ini bisa menjadi kontribusi pemikiran dan ikhtiar memberi solusi melalui pendekatan ilmiah dan intelektual," ujar mantan Ketua Umum Persis ini.
Ia juga memesankan kepada para mahasiswa-mahasiswi yang akan menjalani KKN untuk menghormati perbedaaan dan membuat program yang baik untuk masyarakat. "Kali ini saya ingatkan lagi untuk menjaga uswah hasanah dan menjaga perilaku kita. Saya ucapkan selamat, mudah-mudahan anda bisa melaksanakan KKN dengan baik, lancar dan sukses. Sekali lagi selamat," ucapnya.
Sementara, Wakil Rektor Universitas Persis, Dr. Ihsan Setiadi Latief menekankan bahwa mahasiswa harus pro aktif. Mahasiswa jangan menjadi menara gading di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat harus merasakan kehadiran para peserta KKN melalui program dakwah dan inovasinya.
“Anda harus menjembatani kepentingan masyarakat, juga sebagai problem solver, karena KKN di tempat masing-masing memiliki tantangan tersendiri, apakah akan memberi manfaat atau sama saja tidak ada perubahan, ini tantangan bagi anda semua. Anda harus menghadirkan suasana baru bagi masyarakat, melakukan transformasi, dan berkontribusi," ujar Ihsan.
Ia menambahkan bahwa seluruh mahasiswa harus cepat beradaptasi dan melakukan perubahan, tidak ada alasan untuk tidak berubah (adaptasi). Menurut dia, mahasiswa yang mudah beradaptasi, itulah yang menjadi pemenang.
"Anda harus membuktikan di lingkungan anda sendiri, apakah anda bisa berkiprah secara lebih dan memberi manfaat. Semoga KKN ini bisa berjalan dengan lancar," kata dia.
(jqf)