Indonesia Berbisnis dengan Negara yang Melecehkan Nilai-nilai Kebenaran
tim langit 7Sabtu, 06 Juli 2024 - 10:14 WIB
DR KH Anwar Abbas
Bangsa dan negara kita telah menyatakan sikapnya dengan tegas sebagai bangsa dan negara yang anti terhadap penjajahan. Hal itu terlihat jelas dalam mukadimah UUD 1945 yang menyatakan "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."
Berdasarkan sikap dan pandangan seperti itu dalam implementasinya, Indonesia telah mengajak seluruh bangsa dan negara di dunia untuk menentang penjajahan yang ada di atas bumi ini karena hal demikian tidak sesuai dengan prinsip kebenaran, perikemanusiaan dan perikeadilan. Oleh karena itu yang menjadi pertanyaan mengapa Indonesia masih saja membangun hubungan bisnis dan dagang dengan negara Israel yang Zionis tersebut.
Hal itu tentu sangat sulit diterima bila kita masih konsisten dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam mukadimah UUD 1945 karena melakukan hal demikian sama saja artinya kita membantu pihak Israel untuk berbuat hal yang tidak benar, tidak berperikemanusiaan dan tidak berperikeadilan terhadap rakyat Palestina. Hal ini penting menjadi perhatian bersama karena kalau bicara tentang Israel dan Palestina serta kaitannya dengan negara kita maka dimensi yang dikedepankan tidak hanya masalah ekonomi dan bisnis saja tapi yang jauh lebih penting lagi dari itu adalah menyangkut masalah moral, adab dan etika serta nilai-nilai kebenaran, perikemanusiaan dan perikeadilan.
Untuk itu kita harap jangan sampai karena ingin mendapatkan keuntungan ekonomi yang sedikit, pemerintah mengorbankan nilai-nilai kebenaran, perikemanusiaan dan perikeadilan yang kita junjung tinggi selama ini secara bersama-sama. (Penulis Wakil Ketua Umum MUI)
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.