LANGIT7.ID-Jakarta; Steve Witkoff, utusan khusus Timur Tengah yang ditunjuk Donald Trump, mengadakan pertemuan penting dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Sabtu. Pertemuan ini fokus membahas upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera.
Tidak lama setelah pertemuan tersebut, Netanyahu mengambil langkah cepat dengan mengirimkan tim khusus level tinggi ke Qatar. Tim yang beranggotakan pejabat senior termasuk kepala badan intelijen Mossad ini bertugas khusus membahas proses pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas di Gaza.
Sebelum pertemuan berlangsung, kabar baik datang dari seorang pejabat Israel yang menyebutkan adanya kemajuan positif dalam pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas. Pembicaraan ini melibatkan tiga mediator yaitu Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.
Para mediator kini tengah berupaya keras mencapai kesepakatan sebelum Trump resmi menjabat pada 20 Januari. Kesepakatan yang dibahas tidak hanya soal gencatan senjata, tapi juga mencakup rencana pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Keputusan Netanyahu mengirim tim khusus disambut hangat oleh keluarga para sandera. Forum Pusat Keluarga Sandera dan Yang Hilang bahkan menyebut momen ini sebagai "kesempatan bersejarah" yang ditunggu-tunggu.
Sehari sebelumnya, Witkoff sudah tiba di Doha dan langsung mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. Dalam pertemuan tersebut, Witkoff memberi jaminan bahwa Amerika Serikat berkomitmen penuh mendukung tercapainya kesepakatan yang adil untuk mengakhiri konflik.
Konflik ini bermula saat pejuang Hamas melakukan serangan ke wilayah Israel pada Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 warga Israel. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan ke Gaza yang mengakibatkan lebih dari 46.000 korban jiwa menurut data kesehatan Palestina.
Sementara upaya perdamaian terus berlanjut, situasi di Gaza masih tegang. Pada Sabtu, delapan orang dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di sebuah bekas sekolah pengungsian di Jabalia, Gaza Utara. Korban termasuk dua perempuan dan dua anak-anak.
Menanggapi insiden tersebut, militer Israel menegaskan bahwa serangan ditujukan pada militan Hamas yang beroperasi di lokasi sekolah. Mereka juga mengklaim telah mengambil langkah pencegahan untuk meminimalkan korban sipil.
Pada hari yang sama, Layanan Darurat Sipil Gaza melaporkan lima korban jiwa tambahan dan beberapa orang terluka akibat dua serangan Israel lainnya. Tiga dari korban tewas tersebut berada di sebuah rumah dekat kawasan Daraj, Kota Gaza. Pihak militer Israel mengkonfirmasi telah menyerang seorang militan Hamas di area dan waktu yang disebutkan.
(lam)