LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, memberikan tenggat waktu dua minggu untuk mencapai perdamaian di Gaza. Pernyataan ini disampaikan sebelum masa jabatan Presiden Joe Biden berakhir. Sementara itu, Israel masih terus melakukan serangan di wilayah Gaza yang mengakibatkan korban tewas mencapai 45.854 jiwa sejak Oktober 2023.
Dalam konferensi pers di Korea Selatan, Blinken menegaskan keinginan AS untuk menuntaskan kesepakatan damai. "Kami sangat ingin menyelesaikan ini dalam dua minggu ke depan, sesuai waktu yang tersisa," ujarnya saat ditanya tentang peluang kesepakatan gencatan senjata.
Langkah diplomasi terus dijalankan dengan pengiriman tim negosiator Israel ke Qatar. Tim ini akan didampingi David Barnea, kepala Mossad yang memimpin perundingan. Meski demikian, kantor perdana menteri Israel belum memberikan konfirmasi resmi.
Proses negosiasi masih belum menunjukkan kepastian. Meski ada beberapa kemajuan, namun tuntutan utama yang menghambat gencatan senjata selama setahun terakhir belum menemui titik temu.
Serangan Berlanjut di GazaKementerian Kesehatan Gaza melaporkan 48 warga Palestina tewas dalam serangan terbaru Israel. Jumlah korban tewas kini mencapai 45.854 jiwa sejak Oktober 2023, dengan 109.139 lainnya mengalami luka-luka.
"Dalam 24 jam terakhir, pasukan Israel melakukan tiga serangan yang menewaskan 48 orang dan melukai 75 warga," ungkap kementerian tersebut. Banyak korban masih terjebak di reruntuhan bangunan karena tim penyelamat kesulitan melakukan evakuasi.
Krisis Kemanusiaan Semakin ParahMusim dingin di Gaza memakan korban jiwa. Delapan bayi Palestina dilaporkan meninggal karena kedinginan. Kondisi ini diperparah dengan pembatasan bantuan kemanusiaan oleh Israel.
Pihak Hamas menyatakan siap menukar 34 sandera yang meliputi wanita, anak-anak, lansia, dan tawanan sakit. Namun mereka membutuhkan "minggu yang tenang" untuk memastikan kondisi para sandera, seperti dilaporkan media internasional.
Sementara itu, ketegangan di Tepi Barat meningkat setelah terjadi penembakan di dekat permukiman Kedumim. Tiga pemukim Israel tewas dan enam lainnya terluka dalam insiden tersebut.
Hamas menyebut serangan ini sebagai "perlawanan heroik atas kejahatan Israel di Gaza, rencana pengusiran warga Tepi Barat, dan serangan pemukim terhadap Masjid Al-Aqsa serta tempat suci lainnya."
Jerman Desak IsraelPemerintah Jerman menuntut Israel memberikan akses Palang Merah Internasional untuk mengunjungi direktur Rumah Sakit Kamal Adwan Gaza yang ditahan. "Kami menuntut Hussam Abu Safiya diperlakukan sesuai standar internasional, diberi akses ke Palang Merah Internasional dan bantuan hukum," tegas Christian Wagner, juru bicara Wakil Kementerian Luar Negeri Jerman di Berlin.
(lam)