LANGIT7.ID-Jakarta; Israel baru saja memberi penjelasan soal penyerangan rumah sakit di Gaza Utara. Pada Jumat (5/1/2025), mereka mengaku memiliki bukti kuat adanya keberadaan kelompok Hamas di lokasi tersebut. Namun, PBB menilai penjelasan ini masih terlalu umum dan butuh bukti lebih detail.
Duta Besar Israel untuk PBB di Jenewa, Daniel Meron, mengirim surat ke WHO dan pejabat HAM PBB, Volker Turk. Dalam suratnya, dia menjelaskan serangan ke Rumah Sakit Kamal Adwan dilakukan karena ada bukti jelas bahwa anggota Hamas dan Jihad Islam Palestina menggunakan rumah sakit ini sebagai tempat persembunyian.
Israel mengaku sudah berusaha maksimal melindungi warga sipil saat melakukan serangan. Mereka menyebut tindakan ini didasari informasi intelijen yang bisa dipercaya.
Namun Turk, selaku kepala HAM PBB, tidak puas dengan penjelasan ini. Menurutnya, banyak klaim Israel yang masih belum terbukti dan malah bertentangan dengan informasi yang beredar di publik. Dia meminta dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap semua serangan Israel ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Gaza.
Dalam serangan ini, Israel mengklaim berhasil menangkap lebih dari 240 orang yang dicurigai sebagai teroris. 15 di antaranya diduga terlibat dalam penyerangan ke Israel pada Oktober 2023 lalu. Mereka juga menahan direktur rumah sakit, Hussam Abu Safiya, yang diduga membantu menyembunyikan anggota Hamas.
WHO melalui perwakilannya, Richard Peeperkorn, sangat khawatir dengan nasib Abu Safiya. Mereka kehilangan kontak dengan direktur rumah sakit ini sejak penahanan dan meminta Israel segera membebaskannya.
Amerika Serikat menyatakan sedang mencari tahu lebih detail tentang kasus penahanan Abu Safiya ini. Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, tak kuasa menahan air mata saat membacakan pesan terakhir dari seorang dokter Médecins sans Frontières yang tewas dalam serangan November 2023.
Pesan tersebut ditulis di papan tulis rumah sakit oleh Mahmoud Abu Nujaila sebelum dia meninggal: "Siapa pun yang bertahan sampai akhir, akan menceritakan kisahnya. Kami telah melakukan apa yang kami bisa. Ingatlah kami."
(lam)