LANGIT7.ID-, Jakarta- - Turki mengecam tuduhan Israel bahwa Ankara mempersenjatai dan mendanai kelompok militan Palestina Hamas sebagai "kebohongan", sekaligus menuduh Israel berusaha mengalihkan perhatian dari perang di Gaza.
Bantahan keras ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Israel Katz menuduh Presiden Recep Tayyip Erdogan "memasok senjata dan uang kepada Hamas untuk membunuh warga Israel".
Dalam sebuah postingan di X dalam bahasa Turki, Katz mengklaim bahwa layanan keamanan Israel telah melumpuhkan "sel-sel teroris" yang berada "di bawah arahan markas besar Hamas di Turki".
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa diplomat tinggi Israel itu "berusaha menyembunyikan kejahatan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di balik serangkaian kebohongan, fitnah, dan sikap tidak hormat".
"Namun propaganda kotor dan tekanan psikologis Israel yang ditujukan pada negara kami dan presiden kami akan tetap tidak efektif," tambah pernyataan kementerian tersebut.
Serangan Israel terhadap Hamas telah menewaskan setidaknya 38.983 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan Gaza.
Ankara telah menjadi kritikus keras terhadap perilaku Israel dalam perang ini, yang dipicu oleh serangan berdarah Hamas pada 7 Oktober, dengan Erdogan berulang kali beradu mulut dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Menjulukinya sebagai "jagal Gaza", Erdogan menuduh Netanyahu berusaha "menyebarkan perang" ke seluruh Timur Tengah, sebuah poin yang diulang dalam pernyataan kementerian luar negeri.
Kementerian tersebut menuduh "anggota pemerintahan Netanyahu" "ingin memprovokasi perang regional untuk tetap berkuasa", dan menyerukan agar mereka diadili di pengadilan internasional.
"Turki akan terus membela hak rakyat Palestina untuk hidup dalam keadilan dan perdamaian," tambah kementerian luar negeri.
(lam)