Konflik Gaza memasuki fase kritis setelah serangan Israel menghancurkan rumah sakit utama dan menewaskan lebih 45.700 warga Palestina. Mesir mendesak AS hentikan dukungan ke Israel untuk selamatkan 75.000 nyawa di Gaza Utara. Proses negosiasi pembebasan 96 sandera Israel masih berlanjut meski situasi kemanusiaan memburuk. WHO: Gaza terancam kelaparan akibat kehancuran infrastruktur vital.
Gaza menghadapi krisis pemakaman akibat meningkatnya korban perang. Kuburan ditumpuk, pemakaman penuh, dan penggali kubur bekerja tanpa henti. Saadi Hassan Barakeh, penggali kubur berpengalaman, menyaksikan tragedi harian. Ia memakamkan ratusan jenazah setiap minggu, termasuk banyak perempuan dan anak-anak. Situasi ini mencerminkan dampak mengerikan perang terhadap warga sipil Gaza.
Trump mengungkapkan telah mendesak Netanyahu mengakhiri perang Gaza saat pertemuan Juli lalu. Kantor Netanyahu membantah laporan percakapan terbaru mereka. Upaya gencatan senjata terus berlanjut di tengah meningkatnya risiko perang regional. Konflik telah menewaskan ribuan orang dan memicu krisis kemanusiaan di Gaza.
Presiden Biden menyatakan gencatan senjata di Gaza bisa mencegah serangan Iran ke Israel, menyusul ketegangan akibat tewasnya pemimpin Hamas. Iran menolak seruan Barat untuk mundur, sementara AS memperingatkan kemungkinan serangan besar. Negosiasi gencatan senjata terus berlanjut di tengah korban jiwa yang terus bertambah di Gaza.
Turki membantah keras tuduhan Israel tentang dukungan senjata dan dana untuk Hamas. Menlu Israel mengklaim adanya sel teroris Hamas di Turki, namun Ankara menyebutnya kebohongan untuk mengalihkan perhatian dari perang Gaza. Turki tetap mengkritik tindakan Israel dan menyerukan keadilan bagi Palestina di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik.
Presiden Biden dan PM Netanyahu direncanakan bertemu di Washington minggu depan, namun bergantung pada pemulihan Biden dari COVID-19. Perang Gaza jadi agenda utama. Biden alami gejala ringan, tapi tetap menjalankan tugas. Pertemuan ini penting di tengah tekanan politik dan isu keamanan yang mendesak di Timur Tengah.
Armenia mengakui Palestina sebagai negara di tengah perang Gaza. Langkah ini memicu kemarahan Israel yang langsung memanggil duta besar Armenia. Palestina menyambut baik keputusan ini. Armenia juga mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Gaza dan penyanderaan oleh Hamas. Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas.
Qatar mengatakan bahwa mereka terus melakukan upaya mediasi untuk menjembatani kesenjangan antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas guna mengamankan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera Israel yang ditahan di sana.