LANGIT7.ID, Jakarta - International Union for Conservation of Nature mengungkapkan bahwa satwa liar endemik di Indonesia yakni komodo, mengalami perubahan status dari rentan menjadi terancam punah. Hal itu terjadi akibat dampak perubahan iklim dan hilangnya habitat komodo akibat aktivitas manusia.
Melansir Discover Wildlife, Total populasi komodo dewasa diperkirakan tidak lebih dari 1.400 ekor, dibagi menjadi delapan subpopulasi dengan subpopulasi terbesar berisi tidak lebih dari 500 ekor di satu titik.
Meningkatnya suhu global akibat perubahan iklim akan mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Para Ahli memperkirakan bahwa habitat yang cocok untuk komodo akan berkurang 30% dalam 45 tahun ke depan.
Komodo di luar kawasan lindung di Pulau Komodo dan sekitarnya terancam oleh aktivitas manusia yang terus berlangsung, seperti ekspansi pertanian, yang mengakibatkan hilangnya habitat komodo.
Direktur Konservasi Zoological Society of London (ZSL) Dr Andrew Terry menyebut terancam punahnya komodo terjadi akibat faktor ekologi dan perubahan iklim banyak diabaikan dalam pengambilan keputusan pemerintah.
“Persoalan bahwa hewan prasejarah ini telah bergerak satu langkah lebih dekat ke kepunahan, sebagian karena perubahan iklim sangat menakutkan, dan harus ada seruan lebih lanjut agar faktor ekologi ditempatkan di jantung semua pengambilan keputusan," Andrew Terry, dilansir dari Discover Wildlife, Kamis (9/9/2021).
(jqf)